Suara.com - Beberapa tetangga yang tinggal dekat dengan rumah keluarga ZA atau Zakiah Aini, tersangka penembakan di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Jakarta, memastikan mereka akan berusaha menguatkan pihak famili terlepas dari insiden teror yang terjadi.
Menurut beberapa tetangga yang ditemui di dekat rumah korban di daerah Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, pada Rabu malam dan Kamis dini hari, insiden di Mabes Polri justru jadi alasan mereka harus merangkul keluarga ZA, karena mereka punya hubungan baik yang telah terjalin lama dengan orang tua serta kakak-kakak pelaku.
“Saya tuh kalo dia (orang tua ZA) ada di sini saya mau bertemu. Sedih lah. Saya (ingin) kasih semangat,” kata Tiuria Gultom, salah satu tetangga yang rumahnya berjarak kurang dari 100 meter dari rumah keluarga ZA.
Walaupun demikian, Tiuria tidak menyangkal ada beberapa warga yang mengutarakan ketakutannya setelah insiden tersebut, tetapi ia berusaha membujuk warga agar tidak terjebak rasa takut.
“Aku bilang (ke beberapa tetangga) besok kita ke sini ya. Saya bilang (ke) warga saya, gak boleh takut. Gak boleh begitu, kita saling menguatkan, tadi saya bilang warga saya,” kata Tiuria, Rabu (31/3/2021) malam.
Tiuria merupakan salah satu ketua RT di RW 10, tetapi ia tidak menaungi daerah RT tempat keluarga ZA tinggal. Walaupun demikian, ia mengaku punya hubungan baik dengan keluarga ZA, termasuk orang tuanya dan kakak-kakaknya mengingat ia sendiri telah tinggal di daerah itu selama lebih dari 30 tahun.
Sementara itu, tetangga lainnya yang ditemui di dekat rumah keluarga ZA, pasangan suami istri berinisial R dan S, mengatakan kejadian di Mabes tidak mengubah hubungan baik yang telah terjalin lama antara mereka dan orang tua ZA dan kakak-kakak ZA.
“Setelah ini ya tidak ada masalah. Selama ini ya (kami) gak ada masalah apa-apa. Ya namanya kita ini ya bertetangga, yang sudah-sudah, ya sudah. (Mereka) seperti keluarga, saudara sendiri,” kata S saat ditemui di warungnya yang berjarak sekitar 200 meter dari rumah keluarga ZA, Kamis dini hari.
R menambahkan masyarakat di daerahnya itu punya hubungan baik antarwarga sehingga ia optimis ikatan kekeluargaan yang terjalin dengan baik selama puluhan tahun tidak akan berubah setelah ada insiden di Mabes Polri.
Baca Juga: ZA Tewas Pascainsiden di Mabes Polri, Tetangga Coba Kuatkan Keluarga
“Di sini, Insha Allah, gak ada dikucilkan, karena orang tuanya orang baik,” kata R.
Pasangan suami istri R dan S telah tinggal di daerah Kelapa Dua Wetan selama lebih dari 40 tahun. Keduanya mengaku mengenal baik orang tua ZA beserta kakak-kakaknya.
ZA, 25, merupakan tersangka penembakan di Mabes Polri yang kemudian ditembak mati di lokasi oleh polisi. Jasad pelaku dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk otopsi tidak lama setelah kejadian, kemudian ia dimakamkan pada Rabu malam di pemakaman umum di Jakarta Timur.
Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo saat jumpa pers di Mabes Polri menerangkan tersangka ZA beraksi seorang diri atau lone wolf. Kepolisian meyakini aksi ZA didorong oleh paham radikalisme teroris, yang kemungkinan terhubung dengan ISIS. (Antara)
Berita Terkait
-
ZA Tewas Pascainsiden di Mabes Polri, Tetangga Coba Kuatkan Keluarga
-
Pesan Jokowi Usai Mabes Polri Diserang Zakiah Aini
-
Mabes Polri Diserang Teroris, IHSG Diprediksi Terimbas Melemah Hari Ini
-
Sudah Dimakamkan, Rumah Zakiah Aini Penyerang Mabes Polri Kini Sepi
-
Serangan Teroris di Mabes Polri, Penjagaan Ketat Masih Dilakukan
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
Pilihan
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
Terkini
-
Bagaimana Cara Mengetahui Sunscreen yang Dipakai Benar-Benar Broad Spectrum?
-
Inovasi K3 Sektor Pelayaran, Verifikasi Dokumen Kerja Kini Cukup Pindai Barcode
-
Harga Parfum Pria Terbaik, dari Brand Lokal Murah hingga Merek Luxury
-
Industri F&B Makin Bergairah, Jutaan Produk Lokal Kini Berebut Konsumen Lewat Digital
-
Kronologi Lengkap Aksi Simpang Gramedia Jogja, Sempat Alot Berdialog, hingga Dipukul Mundur Warga
-
Prabowo Panggil Panglima TNI-Kapolri ke Hambalang, Bahas Situasi Nasional dan Karhutla
-
Dokumen Fisik Mulai Ditinggalkan, Peruri Dorong Transaksi Properti Lebih Cepat
-
Sempat Diwarnai Semprotan Merica, Warga Pukul Mundur Massa Aksi di Simpang Gramedia Jogja
-
Xiaomi 18 Fold Siap Mengguncang Pasar HP Lipat: Bawa XRING O3, Layar Lebar, dan Baterai 6.000 mAh
-
Kemarau dan Hama Mengintai, Panen Cabai Terancam Anjlok