Suara.com - Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Ibu Risma menginstruksikan agar penyandang disabilitas fisik yang membutuhkan penanganan kesehatan, usai terjadi kecelakaan kerja, harus cepat direspons atau outreach.
Kementerian Sosial RI melalui BRSPDF “Budi Perkasa” di Palembang, Sumatera Selatan, memberikan layanan ATENSI terhadap Sofyan Marzuki, 43 tahun, berbasis keluarga diawali Rapid assesmen, sekaligus assesmen komprehensif oleh Tim Rekasi Cepat (TRC) Budi Perkasa.
Assesment didampingi Kepala Dinas Sosial Pasaman Barat, Wali Nagari Ujung Gading, serta Kepala Jorong Koto Pinang.
Hasil assesment ditindaklanjuti Kepala Balai Iwan Nurcandra Setiawan yang segera mengobati Penerima Manfaat (PM) Sofyan ke RSUD Pasaman Barat yang didukung penuh oleh Bupati Pasaman Barat melalui Direktur RSUD.
Hasil pemeriksaan rontgen di RSUD, warga Jorong Koto Pinang Nagari Ujung Gading Kecamatan Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat itu harus menjalani operasi karena tulang pinggulnya keluar dari bonggol, sehingga di tahap ini harus dirujuk ke RS Jamil di Provinsi pada Senin (5/4/ 2021).
Selama persiapan operasi dan keluaga difasilitasi di rumah singgah Pemerintah Provinsi Sumbar.
Biaya akomodasi selama di RSUD dari dana ATENSI BRSPDF Balai “Budi Perkasa”, monitoring dilakukan Dinas Sosial Pasaman Barat, Dinas Sosial Propinsi, serta BBPPKS Padang.
Paket ATENSI berbasis keluarga diserahkan berupa bantuan Rp 4,5 juta dengan rincian untuk pembayaran rumah kontrakan dan dan akomodasi selama di RS dan bantuan diserahkan pada Kamis (31/3/ 2021).
Petugas dari Balai Budi Perkasa” di Palembang diberangkatkan pada Selasa (30/3/2021) dan masih berada di lapangan hingga Jumat (2/4/2021)
Baca Juga: Ibadah Paskah di Gereja Palembang, Pengunjung Diberi Kartu Identitas
Berdasarkan data di lapangan, PM Sofyan Marzuki juga sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah, seperti Bantuan Presiden (Banpres) Produktif, Bantuan Langsung Tunai (BLT), serta Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Kemensos #HADIR tak sekedar slogan, melainkan dibuktikan secara nyata bahwa negara hadir dan tidak abai bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk bagi penyandang disabilitas fisk di manapun mereka berada.
Berita Terkait
-
Ibadah Paskah di Gereja Palembang, Pengunjung Diberi Kartu Identitas
-
Lolos dari Tangan Polisi, Pria Ini Malah Tewas oleh OTD
-
Jurnalis Palembang Suarakan Kecaman Penganiayaan Nurhadi Tempo
-
Tagana akan Dilatih Selamatkan Korban Bencana di Air, Begini Usulan Mensos
-
Pengungsi Kebakaran Kilang Minyak Pertamina Alami Gangguan Kesehatan
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Diskon Tol 30 Persen Arus Balik Lebaran 2026, Pemudik Diimbau Atur Waktu Perjalanan
-
Sambut Arus Balik 2026, Transjakarta Operasikan 5 Rute Khusus dari Pulo Gebang
-
InJourney Airports Layani 4,41 Juta Penumpang hingga H1 Lebaran 2026
-
Jangkauan Rudal Iran Bisa Lintas Eropa dan Asia? AS dan Inggris Bereaksi
-
Jet F-16 Israel Dikabarkan Rontok di Iran, Klaim IRGC dan Bantahan Tel Aviv Jadi Sorotan
-
Lebaran, Prabowo Silaturahmi via Telepon dengan Erdogan hingga Mohammed bin Salman
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil
-
Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas
-
Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera
-
MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI