Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengingatkan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) untuk mewaspadai penyebaran paham radikalisme dan terorisme melalui media sosial di tengah masa pandemi Covid-19. Mereka sekaligus diminta untuk melakukan kontra narasi, yakni mengisi ruang digital dengan hal-hal positif yang sarat akan nilai toleransi dan perdamaian.
Hal itu disampaikan oleh Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) FKTP ke VIII dengan tema 'Kolaborasi untuk Indonesia' di Labuan Bajo, NTT, pada Selasa (2/3) malam. Dalam kesempatan itu dia menginstruksikan masing-masing pengurus FKPT untuk mengindetifikasi setiap masalah yang ada dengan baik meski di tengah keterbatasan masa pandemi.
"Tugas FKPT masing-masing provinsi agar melaksanakan program-program yang telah tersusun dan mengidentifikasi permasalahan dengan baik meski ditengah keterbatasan dan kendala akibat pandemi Covid-19,” kata Boy Rafli.
Di sisi lain, Boy Rafli juga meminta masing-masing pengurus FKPT di setiap provinsi berperan aktif melakukan pencegahan terhadap penyebaran paham radikalisme dan terorisme kepada masyarakat. Jenderal polisi bintang tiga itu menyarankan FKPT turut melibatkan tokoh masyarakat, unsur pemerintah, tokoh agama, pendidikan, dan tokoh lainnya dalam melakukan upaya tersebut.
"Kita semua adalah pejuang anti radikalisme intoleran, inilah tugas kemanusiaan yang di warisi oleh para leluhur kita, menjadi tugas kita untuk menjaga kesatuan dan persatuan nilai-nilai luhur bangsa," katanya.
Sementara, Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Moch. Chairil Anwar menyarankan masing-masing pengurus FKPT untuk mengembangkan kearifan lokal budaya di setiap wilayahnya dalam melakukan pencegahan terhadap paham radikalisme dan terorisme. Menurutnya hal itu penting dan bisa menjadi kekuatan untuk menghadapi ancaman paham-paham terlarang tersebut.
"Perlu saya sampaikan bahwa FKPT dalam keterlibatannya mencegah paham radikal terorisme di daerah sangatlah penting, memberikan pemahaman kepada masyarakat akan bahaya penyebaran ideologi radikalisme dan terorisme tidaklah hanya menjadi tugas BNPT sendiri namun tetap harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat," kata dia.
Berita Terkait
-
BNPT Dorong Pencegahan Terorisme Melalui Kearifan Lokal
-
Cegah Banjir Lagi di Jabodetabek, TNI AU Tabur Garam 2,4 Ton di Udara
-
Din Syamsuddin Dituduh Radikal, PP Muhammadiyah Turun Tangan
-
Ramai Istilah Radikal, Mahfud MD: Generasi Bung Karno Radikal
-
Apa Itu Radikal yang Belakangan Menggegerkan Politik Indonesia?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
Terkini
-
Wacana Gaji Guru Rp5 Juta Tuai Kritik: Apa Sudah Bisa Hidup Layak?
-
Detik-Detik Mencekam Gempa Venezuela, Warga: Awalnya Ada Peringatan, Lalu Semua Berguncang Hebat
-
Krisis Hunian di Ibu Kota, Pramono Setujui Pembangunan 11 Rusun Raksasa
-
Update Jumlah Korban Gempa Venezuela: 732 Warga, Ribuan Bangunan Rusak
-
PDIP Kritik Pernyataan Prabowo soal Demo Bayaran, Dinilai Bernada Ancaman ke Rakyat
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Aliran Gratifikasi Proyek Rp17 Miliar
-
Krisis Dokter di Pelosok, Legislator DPR Usul Pemerintah Pakai AI Jadi Solusi Darurat
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Tak Lagi Dianaktirikan, Menkes Pastikan BPJS Dokter Magang Kini Ditanggung Negara
-
Mahfud MD Tantang Prabowo Buka-bukaan: Siapa yang Bayar Demo Mahasiswa?