Suara.com - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyerahkan empat warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina kepada keluarga, Senin (5/4/2021). Mereka kembali berkumpul dengan keluarga setelah menjadi korban sandera selama lebih dari satu tahun.
Empat WNI yang menjadi korban sandera tersebut ialah Arizal Kasta Miran (30), Arsad Bin Dahlan, (41), dan Andi Riswanto (26). Mereka sama-sama berasal dari warga Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
"Dengan mengucapkan puji syukur alhamdulillah pada pagi ini saya atas nama pemerintah Republik Indonesia menyerah terimakan empat saudara kita yaitu bapak Arsyad, bapak Arizal, bapak Riswanto, dan bapak Khairudin kepada keluarga," kata Retno dalam konferensi pers secara virtual, Senin.
"Saudara-saudara kita ini telah menjadi korban penyanderaan kelompok Abu Sayyaf selama 427 hari atau lebih dari 1 tahun 3 bulan," sambungnya.
Retno mengapresiasi kerja sama seluruh pihak terkait yang membantu proses pembebasan empat WNI tersebut. Adapun pihak yang membantu itu ialah dari TNI, Badan Intelijen Negara (BIN), serta Pemerintah Filipina melalui Western Mindanao Command (Westmincom).
Lebih lanjut, Retno menilai Indonesia mesti memperkuat aspek pencegahan, meningkatkan pengamanan di perairan Sabah oleh otoritas Malaysia, serta otoritas Filipina.
Selain itu, ia juga berharap ada peningkatan kewaspadaan oleh para nelayan tanah air yang bekerja di kapal milik Malaysia agar kejadian itu tidak berulang.
"Kita juga akan melakukan komunikasi yang lebih intensif kepada para pemilik kapal di Malaysia dan tentunya pengembangan ekonomi di daerah asal juga penting untuk terus dikembangkan."
Baca Juga: Baku Tembak Saat Pembebasan 4 Warga Indonesia Tewaskan Pemimpin Abu Sayyaf
Berita Terkait
-
Anak Asal Sulawesi Selamat dari Baku Tembak Antara Militer Filipina dan ASG
-
Baku Tembak Saat Pembebasan 4 Warga Indonesia Tewaskan Pemimpin Abu Sayyaf
-
Nelayan RI yang Diculik Kelompok Abu Sayyaf Diselamatkan Aparat Filipina
-
Tiga WNI yang Disandera Abu Sayyaf Berhasil Dibebaskan
-
Filipina Tangkap Perempuan WNI: Rencanakan Bom Bunuh Diri di Kota Selatan
Terpopuler
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Emil Audero Cabut, Cesc Fabregas Blak-blakan Dibuat Kecewa Kiper Como
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- Powder Foundation Wardah untuk Kulit Sawo Matang Shade Apa? Ini 5 Pilihannya
- 5 Shio Beruntung Hari Ini 4 September 2026, Urusan Mulai Lancar
Pilihan
-
Muncul Kubah Lava Baru di Gunung Anak Krakatau, PVMBG Jawab Kekhawatiran Potensi Tsunami
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Tengah Malam: Fenomena Lava Air Mancur Muncul
-
Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
-
Api Masih Merah! 105 Personel Cari Korban Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang yang Terjebak
Terkini
-
Motor Mungil Harga Rp84,5 Juta: Mengungkap Pesona Honda ST125 Dax yang Bikin 'Sultan' Rela Antre
-
Belum Juga Debut Mees Hilgers Bikin Pelatih SC Heerenveen Kecewa Berat
-
Pakar UMY Kritik Keras Penanganan Karhutla: Memidana 400 Orang Tak Bakal Buat Jera
-
Drama di Way Halim: Tandukan Allano Gagalkan Kemenangan Bajul Ijo di Laga Pembuka
-
Anggaran Cegah Karhutla Seret, Pemerintah Baru Bisa Bergerak Saat Api Membesar
-
Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Sandang Gelar Kanjeng Raden Haryo dari Keraton Surakarta
-
Adik Kejar Kakak Pakai Sajam di Pringsewu, Hanya Gara-gara Motor Rusak
-
Bedak Tabur Wardah Lightening Cocok untuk Kulit Apa? Ini Klaim dan Review Pembeli
-
Ekonomi yang Membentuk Isi Piring: Mengapa Makan Sehat Jadi Kemewahan?
-
Lima Parpol di DPRD Sepakati Wacana Memakzulkan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu