Suara.com - Presiden Amerika Joe Biden baru-baru ini mengumumkan rencana pengeluaran senilai 2 triliun dolar AS yang bertujuan untuk memodernisasi jalan raya dan jembatan di Amerika. Namun, rencana tersebut diperkirakan akan menghadapi kendala di Kongres.
Dilansir dari VOA Indonesia, rencana infrastruktur yang diusulkan oleh Presiden Joe Biden memberikan gambaran luas tentang apa yang yang sebenarnya dianggap sebagai infrastruktur.
Proposal itu tidak hanya untuk memperbaiki jalan raya dan jembatan tetapi juga untuk membangun ketersediaan yang luas sambungan Internet dan teknologi untuk mitigasi perubahan iklim.
Menteri Transportasi Pete Buttigieg memberikan penjelasan ketika berbicara dalam acara ABC “This Week.”
“Menurut saya, ini adalah momen sekali seumur hidup. “Menurut saya, ini adalah momen sekali seumur hidup. Saya kira dalam 50 tahun ke depan kita tidak akan melihat kesempatan lain ketika kita menghadapi kombinasi kebutuhan yang nyata, kepentingan bipartisan, ketidaksabaran yang meluas dan presiden yang sangat mendukung dan berkomitmen tidak hanya pada infrastruktur itu sendiri, tetapi juga pada lapangan pekerjaan yang akan kita ciptakan,” jelasnya.
Paket rencana penciptaan lapangan pekerjaan itu termasuk membangun tenaga kerja di bidang energi bersih dan meningkatkan perawatan kesehatan sebagai sebuah profesi.
Para pemimpin Partai Republik mengatakan proposal itu terlalu besar. Paket tersebut merencanakan pembangunan jaringan 500.000 stasiun pengisian mobil listrik selambatnya tahun 2030.
Senator Roy Blunt dari Partai Republik menyampaikan pendapatnya dalam acara jaringan televisi ABC “This Week.”
“Ketika orang berpikir tentang infrastruktur, mereka memikirkan jalan, jembatan, pelabuhan, dan bandara. Itu semua merupakan bagian yang sangat kecil dari apa yang mereka sebut sebagai paket infrastruktur itu,” kata Sen. Roy Blunt.
Baca Juga: Gedung Putih Sebut Joe Biden Tak Berniat Ketemu Kim Jong Un
Bagaimana membiayai paket itu juga menjadi masalah. Paket itu mengusulkan kenaikan pajak pada perusahaan, yang menurut Partai Republik mereka tentang.
RUU itu kini sedang dibahas oleh Kongres dan para pemimpin Partai Demokrat sebagai fraksi mayoritas bertujuan untuk membawanya ke meja presiden untuk ditandatangani sebagai undang-undang dalam beberapa bulan mendatang.
Paket itu akan menjadi ujian persatuan Partai Demokrat: Jika Biden tidak bisa mendapatkan dukungan dari Partai Republik, dia akan membutuhkan dukungan dari setiap senator Demokrat di Senat yang kekuatannya seimbang dengan Partai Republik, plus suara Wakil Presiden untuk menggolkan rencana infrastruktur ini.
Berita Terkait
-
Vaksinasi dan Stimulus Angkat Perekonomian AS Memasuki Musim Semi
-
Mantap! Amerika Serikat Vaksinasi 4 Juta Orang Dalam Satu Hari
-
Ribuan Imigran Gelap Menantang Bahaya Setiap Hari di Celah Darien
-
Covid-19 India Kembali Meledak, Pecahkan Rekor 100.000 Kasus dalam Sehari
-
April Mop! Ibu Negara AS Nyamar Jadi Pramugari dan Bagikan Es Krim
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia
-
Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang
-
LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!
-
Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya
-
Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!
-
'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku
-
Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV
-
Menteri PPPA Sentil Lagu Om Zein: Pengalaman Biologis Perempuan Bukan Bahan Candaan!
-
Gara-gara Berkas Tak Lengkap! Kasus Heli Anggota DKPP Tio Aliansyah Resmi Dinyatakan Gugur
-
Penuhi Titah Prabowo, Pramono Siapkan Lahan 8 Hektare Bangun Sekolah Rakyat Permanen di Jakarta