Suara.com - Pihak berwenang Prancis memulai penyelidikan akan tuduhan bahwa beberapa menteri di kabinet menggelar makan malam secara diam-diam di tengah pandemi Covid-19.
Menyadur Sky News, Selasa (6/4/2021) kantor kejaksaan Paris mengatakan penyelidikan telah dibuka terhadap kemungkinan tuduhan membahayakan dan tenaga kerja yang tidak diumumkan, dan untuk mengidentifikasi penyelenggara dan peserta pertemuan yang dituduhkan.
Juru bicara pemerintah Gabriel Attal mengatakan di televisi LCI bahwa 200 tersangka telah diidentifikasi dan menghadapi "hukuman berat".
Gabriel menambahkan bahwa menteri "memiliki tugas untuk benar-benar tidak tercela dan menjadi teladan" bagi masyarakat.
Restoran-restoran di Prancis telah ditutup sejak Oktober untuk memperlambat penyebaran virus corona di negara tersebut.
Tuduhan muncul dalam sebuah film dokumenter yang ditayangkan di jaringan Prancis M6 pada akhir pekan dan yang dimasukkan saluran TV di akun Twitter mereka.
Dalam film dokumenter itu menunjukkan seorang pria tak dikenal mengatakan bahwa dia makan di dua atau tiga restoran klandestin "dengan sejumlah menteri".
Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin meminta polisi menyelidiki klaim yang dibuat oleh pria tersebut.
Kantor kejaksaan mengatakan bahwa penyelidikan akan berlanjut meskipun ada laporan bahwa pria yang ditampilkan dalam film dokumenter itu telah mencabut klaimnya.
Baca Juga: Diwarnai Kartu Merah Neymar, PSG Kalah di Tangan Lille
Prancis melakukan lockdown nasional ketiganya sebagai tanggapan atas kembali meroketnya kasus Covid-19 dan perawatan intensif yang kewalahan.
Kebijakan penguncian terbaru berlangsung selama empat minggu dan mulai berlaku pada akhir pekan. Sekolah dan toko non-esensial harus tutup dan diberlakukan jam malam mulai pukul 19.00 hingga 06.00.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Belajar dari Broken String Aurelie Moeremans: Mengapa Korban Sulit Lepas dari Jerat Pelaku?
-
Bupati Bogor Tak Mau Tutup Mata, Rudy Susmanto Janji Telusuri Kabar Korban Jiwa di Pongkor
-
Balik Kampung Bangun Masjid Rp1 Miliar, Haji Suryo Siapkan 3.000 Loker di Lampung Timur
-
Misteri Asap di Nanggung: Video Evakuasi Viral Disebut Hoaks, Tapi Isu Korban Jiwa Terus Menguat
-
Bukan Sekadar Elektoral, Legislator Gerindra Sebut Era Prabowo Sebagai Fase Koreksi Sejarah
-
JATAM Ungkap 551 Izin Industri Ekstraktif Kepung Sumatra, Masuk Kawasan Rawan Bencana
-
Mobil Listrik Terbakar Hebat di Tol Lingkar Luar, Penyebabnya Diduga Korsleting
-
Mayat Pria Tanpa Identitas dengan Luka Lebam Mengapung di Kali Ciliwung, Korban Pembunuhan?
-
Presiden Prabowo Dukung Penuh Sasakawa Foundation Berantas Kusta di Indonesia
-
MBG Selama Ramadan Dianggap Penting Agar Nutrisi Anak Tetap Terpenuhi