Suara.com - Wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa diguncang gempa tektonik pukul 14.00 WIB tadi.
Hasil analisis BMKG dalam informasi pendahuluan menunjukkan gempa bumi memiliki magnitudo M 6,7 kemudian diupdate menjadi magnitudo M 6,1.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,83 LS dan 112,5 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 96 kilometer arah selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada kedalaman 80 kilometer.
Gempa dirasakan oleh warga Kabupaten Tuban. Ketua RT 2, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban, Widodo, mengatakan saat terjadi gempa sedang berada di lantai 2 Plaza Ikan, Jalan PB. Sudirman.
"Waktu saya duduk merasakan getaran seperti gempa hingga dua atau tiga kali. Cuma lima detik, tapi terasa jelas," kata Widodo kepada reporter blokTuban.com.
Ahmad Latifudin (28), warga Desa Sawahan, Kecamatan Rengel, mengatakan sedang rebahan di teras rumah ketika terjadi gempa.
"Saya rebahan habis pulang kerja. Getarannya kurang lebih lima detik. Ternyata saya cek story medsos teman-teman di Malang juga merasakan gempa yang sama," kata Latif.
Kepala BMKG Tuban, Rofiq Isa Mansyur, mengatakan, gempat tidak menimbulkan tsunami.
Baca Juga: Gempa Guncang Malang, Laga Persija vs Barito Putera Masih Aman
Berita Terkait
-
Wiwit Tembakau di Lereng Sumbing, Doa Petani Sambut Musim Tanam 2026
-
Pungli Berjamaah di Dinas ESDM Jatim: 19 Pegawai Kembalikan Duit 'Panas' Rp707 Juta ke Jaksa
-
Apakah Pertanda Buruk? Simak Arti Mimpi Dikejar Anjing Lengkap Menurut Primbon Jawa
-
Mengapa Video Owa Jawa yang Menggemaskan Bisa Jadi Ancaman?
-
Menjaga yang Tersisa: Peran Rahayu Oktaviani dan KIARA dalam Konservasi Owa Jawa
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz
-
Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam
-
Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar
-
Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court
-
8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir
-
Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun
-
Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi
-
Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat
-
Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon
-
Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah