Suara.com - Dari magnet yang menempel di kulkas sampai ke lemparan bola basket ke keranjang, kekuatan fisika berperan dalam setiap sisi kehidupan kita.
Semua kekuatan fundamental alam semesta yang kita alami setiap hari dapat digambarkan dalam empat kategori, yaitu gravitasi, magnet elektron, gaya inti kuat, dan gaya inti lemah.
Kekuatan atau gaya fundamental alam semesta dapat diartikan sebagai kekuatan dasar yang membentuk, mengatur, menjaga, dan melestarikan semua materi di alam semesta.
Empat kekuatan merupakan gaya mutlak yang ada di alam.
Para pakar fisika mengatakan mereka menemukan kekuatan fundamental alam yang kelima.
Temuan ini berdasarkan penelitian yang dilakukan di laboratorium di Batavia, di dekat Chicago, Amerika Serikat.
Empat kekuatan fundamental ini mengatur bagiamana objek dan partikel di semesta berinteraksi satu sama lain.
Misalnya, gravitasi menyebabkan objek jatuh dan barang berat seolah bisa menempel erat ke dasar.
- Jalan super cepat di ruang angkasa, temuan yang membuka revolusi perjalanan angkasa luar
- Perempuan di balik misi China ke Bulan
- Ilmuwan mendeteksi ledakan terbesar di alam semesta sejak 'Big Bang'
Dewan sains dan teknologi Inggris, Science and Technology Facilities Council (STFC) mengatakan hasil itu "memberikan bukti kuat partikel sub-atom atau kekuatan baru yang belum ditemukan."
Baca Juga: Pengukuran Baru, Ilmuwan Setuju Alam Semesta Berusia 13,8 Miliar Tahun
Tetapi hasil dari eksperimen Muon g-2 itu masih belum belum konklusif.
Kemungkinan ditemukannya kekuatan baru itu perbandingannya satu dari 40.000 atau dikenal dengan isitlah 4,1 sigma.
Sigma level 5 atau, satu dari 3,5 juta peluang yang diperlukan untuk mengklaim adanya satu temuan.
Profesor Mark Lancaster, yang memimpin penelitian di Inggris mengatakan kepada BBC News, "Kami menemukan interaksi muon tak sesuai dengan Standard Model l [teori yang saat ini diyakini banyak orang untuk menerangkan bagaimana benda-benda di jagat raya berinteraksi]."
Peneliti di Universitas Manchester itu menambahkan, "Jelas bahwa temuan ini sangat mengasyikkan karena berpotensi menunjukkan adanya ketentuan baru dalam fisika, partikel baru dan kekuatan baru yang belum pernah ada selama ini."
Temuan itu adalah serangkaian hasil yang menjanjikan dari eksperimen partikel fisika di Amerika Serikat, Jepang dan baru-baru ini di Large Hadron Collider atau Penumbuk Hadron Raksasa di perbatasan Swiss-Prancis.
Penumbruk Hadron raksasa adalah alat untuk mempercepat partikel berenergi tinggi terbesar di dunia, yang dibangun oleh Organisasi Eropa untuk Penelitian Nuklir (CERN) antara tahun 1998 sampai 2008, kerja sama ribuan pakar fisika dari 100 negara.
Prof Ben Allanach, dari Universitas Cambridge, yang tak terlibat dalam penelitian terakhir mengatakan, "Perasaan saya ini akan menjadi kenyataan."
"Saya selalu meneliti kekuatan dan partikel selama karir saya. Inilah momen yang saya nantikan dan saya tak bisa tidur karena saya sangat gembira," tambahnya.
Eksperimen di Fermi National Accelerator Laboratory (Fermilab) di Batavia, Illinois, meneliti tanda fenomena baru dalam fisika dengan meneliti partikel sub-atom yang disebut muons.
Ada rangkaian yang lebih kecil dari atom di dunia. Sebagian dari partikel sub-atom ini terdiri dari benda yang lebih kecil lagi yang tak dapat dipecah lagi.
Muon
Muon adalah satu dari partikel fundamental yang serupa dengan elektron, namun 200 kali lipat lebih berat.
Eksperimen Muon g-2 mencakup pengiriman partikel berbentuk cincin 14 meter dan penggunaan medan magnet. Dalam hukum fisika saat ini, berdasarkan Standard Model, langkah ini dapat menyebabkan muon bergerak dengan kecepatan tertentu.
Sebaliknya, para ilmuwan menemukan bahwa muon bergoyang dengan kecepatan yang lebih tinggi dari yang diperkirakan. Ini mungkin disebabkan oleh kekuatan alam yang benar-benar baru dalam dunia sains.
Belum ada yang tahu seperti apa kekuatan baru ini.
Sejumlah pakar fisika percaya hasil ini mengarah pada temuan sub-partikel yang belum pernah ditemukan. Ada dua hipotesis, temuan partikel yang pernah disebut leptoquark, dan yang lainnya Z' boson (Z-prime boson).
Bulan lalu, pakar fisika yang bekerja di eksperimen Penumbruk Hadron raksasa, LHC menggambarkan hasil itu dapat mengarah pada temuan partikel baru dan kekuatan baru.
Dr Mitesh Patel, dari Imperial College London, yang terlibat dalam proyek itu mengatakan, "Lomba untuk menemukan eksperimen ini telah dimulai dan untuk mendapatkan bukti bahwa ini adalah sesuatu yang baru. Diperlukan data dan pengukuran lagi dan semoga menunjukkan bukti bahwa efek ini menjadi kenyataan."
Prof Allanach memberikan berbagai nama untuk kemungkinan kekuatan kelima dalam teorinya.
Di antaranya adalah "kekuatan rasa" dan "keluarga ketiga kekuatan hiper."
Kekuatan alam seperti gravitasi dan elektromagnetis (yang digunakan untuk listrik dan magnet), gaya inti kuat dan lemah mengatur pergerakan partikel sub-atom.
Kekuatan fundamental kelima dapat menerangkan sejumlah pertanyaan besar terkait alam semesta yang banyak dipertanyakan para ilmuwan selama puluhan tahun.
Misalnya, perluasan alam semesta disebut karena fenomena misterius yang dikenal dengan energi gelap. Namun sejumlah peneliti baru-baru ini menyebut fenomena itu dapat menjadi buktinya adalahnya kekuatan fundamental kelima.
Dr Maggie Aderin-Pocock, presenter pada program BBC Sky at Night mengatakan kepada BBC News, "Ada sejumlah misteri yang belum terpecahkan. Dan temuan ini dapat menjadi kunci jawaban untuk menjawab misteri-misteri ini."
Ikuti Pallab dio Twitter.
Berita Terkait
-
Menjelajahi Misteri Alam Semesta dalam Buku The Grand Design
-
Kebalikan dari Big Bang, Alam Semesta Disebut Akan Kiamat dengan Teori Big Crunch
-
Kiamat Alam Semesta: Teori 'Big Crunch' Gambarkan Akhir Zaman yang Mengerikan
-
Berkunjung ke Museum Astronomi The Makkah Clock Tower
-
Wow! Ilmuwan Ungkap Tanggal Kiamat Alam Semesta, Ternyata Lebih Cepat dari yang Diperkirakan
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Wall Street Panik Ditinggal Gen Z? Eks Gubernur New York Dorong Saham AS Mudah Dibeli Warga Global
-
Prabowo Kunker ke Gorontalo Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII 2026
-
Implementasi 'Menambang dengan Hati', NHM Sukses Fasilitasi Operasi Jantung Warga Doro di Jakarta
-
Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
-
Polda Jabar Libatkan Ahli Kejiwaan untuk Dalami Kondisi Psikologis Taufik Hidayat
-
Realita Pahit Dunia Kerja: Antrean 2 Km di Malaysia dan Bayang-Bayang PHK di Indonesia
-
Berkat Jejak Transaksi Daring, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Ditangkap
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat