Suara.com - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Nae Soi memastikan seluruh korban bencana alam banjir bandang dan longsor di wilayahnya sudah mendapatkan bantuan secukupnya. Hal tersebut dikatakan Josef dalam konferensi pers virtualnya, Minggu malam (11/4/2021).
"Sampai dengan hari ini yang mengalami korban di desa-desa dan kabupaten, relatif sudah mendapatkan bantuan," ujar Josef.
Bantuan tersebut, kata dia, terdiri dari berbagai bantuan mulai makanan pokok hingga kebutuhan perlengkapan anak-anak.
Dirinya pun memastikan pemerintah akan terus menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak, baik melalui jalur udara maupun laut.
"Mulai besok kami akan teruskan lagi dengan bantuan-bantuan baik melalui darat melalui laut dan melalui udara," terang Josef.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengungkapkan, banyak warga di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi korban dari banjir bandang akibat siklon tropis Seroja karena letak rumahnya.
Sebagian dari warga tersebut bermukim di kaki bukti yang merupakan aliran sungai sehingga terjadi penyumbatan saat hujan curah tinggi datang.
Doni menuturkan, kalau NTT termasuk ke daerah yang memperoleh curah hujan minim setiap tahunnya. Namun ketika siklon tropis datang, muncul lah hujan lebat terjadi dan angin kencang melanda yang berdampak rusaknya pemukiman warga akibat banjir bandang serta tanah longsor.
Doni kemudian memperlihatkan foto udara yang dihimpun oleh Kementerian PUPR. Dari foto tersebut ditampilkan daerah-daerah yang terdampak itu berada di kaki-kaki bukit yang juga menjadi daerah aliran sungai.
Baca Juga: 10 Korban di Lembata Masih Hilang, 4 Hari Dicari hingga ke 3 Pesisir Pantai
"Sehingga ketika curah hujan tinggi dan kemungkinan terjadi penyumbatan aliran sungai akibatnya air menumpuk dan membentuk bendungan secara alami," kata Doni.
"Ketika volume air semakin besar dan sumbatan itu tidak mampu menahan beban air maka menimbulkan banjir bandang," sambungnya.
Kondisi tersebut terjadi di sejumlah wilayah yakni di Kabupaten Alor, Lembata dan Alonara. Karena situasi itu, Doni memerintahkan kepada seluruh BPBD untuk membuat standar operasional prosedur (SOP) pasca adanya informasi dari BMKG.
SOP yang dimaksud itu untuk memberitahukan warga yang berada di daerah beresiko tinggi.
"Mereka yang tinggal di lereng-lereng gunung, di lubang-lubang yang merupakan aliran air, ini harus mendapatkan perhatian yang ekstra waspada," ujarnya.
"Mereka harus diingatkan untuk diungsikan sementara waktu. Semua ini dilakukan demi biaa menyelamatkan jiwa masyarakat," tambah Doni.
Berita Terkait
-
10 Korban di Lembata Masih Hilang, 4 Hari Dicari hingga ke 3 Pesisir Pantai
-
Takut Corona, Ibu Halim Korban Bencana NTT Memilih Mengungsi di Kebun
-
Pasca Bencana, PLN Klaim 100 Persen Listrik di NTT Sudah Pulih
-
Kemnaker Galang Dana dan Salurkan Bantuan Logistik Korban Banjir NTT
-
Diterjang Badai Seroja, Nyaris Separuh Desa di Kupang Ini Tenggelam
Terpopuler
Pilihan
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Terkini
-
Terhalang Mendung dan Hujan, Warga di TIM Saksikan Gerhana Bulan via Streaming
-
Bukan Keracunan MBG! BGN Ungkap Fakta Medis Kematian Siswa MIN 2 Bengkulu Utara
-
Pramono Anung Obral Hak Penamaan Seluruh Halte di Ibu Kota: Percuma Bagus Kalau Tak Ada Penghasilan
-
Konflik Timur Tengah Picu Efek Domino: Waspada Inflasi Impor hingga ke Pedagang Kecil
-
Cara Pramono Kikis Jurang Kaya-Miskin di Jakarta: Genjot Beasiswa Luar Negeri dan Pendidikan Tinggi
-
Tepis Rumor Jurnalis Israel, Qatar Tegaskan Tak Ikut Serang Iran: Kami Hanya Membela Diri
-
Polri Pastikan Isu 30 Kilogram Sabu Meleleh Akibat Cuaca Panas Adalah Hoaks
-
Hassan Wirajuda ke Prabowo: Jadi Mediator Iran-AS Butuh Restu Kedua Pihak
-
Surya Paloh: Indonesia Tetap di Board of Peace, Kecuali Ada Evaluasi Bersama
-
Prabowo Evaluasi Keanggotaan Indonesia di Board of Peace Pasca-Agresi AS ke Iran, Siap Keluar?