Suara.com - Seorang warga New York ingin menikahi anaknya sendiri dan menuntut untuk membatalkan undang-undang yang melarang praktik inses.
Menyadur Fox News Selasa (13/04), orangtua yang sengaja menyembuyikan identitasnya ini menyebut inses sebagai masalah otonomi individu.
Menurut dokumen pengadilan, warga yang mengajukan tuntutan ini bersikeras menutupi identitasnya karena takut dihakimi lingkungan sosial.
Ia menilai pernikahan inses masih dipandang negatif oleh sebagian besar masyarakat dan dianggap menjijikkan secara moral, sosial dan biologis.
Bagi orang yang mengajukan tuntutan ini, pernikahan adalah persatuan dua orang yang saling mengikat terlepas dari latar belakang hubungan yang mereka miliki.
"(Sehingga pernikahan) dapat menemukan tingkat ekspresi, keintiman, dan spiritualitas yang lebih tinggi," katanya dalam klaim pengadilan federal Manhattan yang diajukan 1 April.
Dokumen hukum hanya memberikan gambaran paling dasar tentang calon pengantin baru itu. Mereka gagal mengidentifikasi jenis kelamin, usia, kampung halaman, atau sifat hubungan mereka.
"Pasangan yang mengusulkan adalah orang dewasa," kata pengajuan tersebut. "Mereka adalah orang tua dan anak biologis sehingga tidak dapat 'berkembang biak' bersama."
Sementara tiu, inses adalah kejahatan tingkat tiga di New York. Pelanggarnya bisa dihukum hingga empat tahun penjara dan pernikahan dianggap batal, dengan pasangan menghadapi denda dan hingga enam bulan penjara.
Baca Juga: Kasus Inses, Gadis ABG Dirudapaksa Ayah Sejak Tinggal Bareng Ibu Tiri
Surat nikah di lima wilayah mengharuskan calon pasangan untuk mendaftarkan orang tua kandung mereka untuk membuktikan tak ada halangan hukum untuk pernikahan tersebut, jelas Kantor Panitera Kota.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat