"Masa iya sih saya akan ngumpulin ribuan orang di depan rumah saya, toh sayanya di Jakarta. Dan untuk apa? Mau gagah-gagahan? Kan tidak masuk akal. Rasionalitas kita akan mengatakan itu tidak, akal sehat kita menyatakan itu tidak benar gitu dan itu pasti tidak saya lakukan. Saya akan hati-hati betul," ujar Said.
Sebelumnya, beredar rekaman video kerumunan ribuan warga di Jalan Kartini, Sumenep, Madura. Ribuan warga yang mengenakan peralatan salat itu diduga sedang menunggu pembagian uang dari Ketua Badan Anggaran DPR RI, MH Said Abdullah.
Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @hariankopas. Menurut informasi yang dihimpun, warga membludak mengikuti salat tarawih di lokasi tersebut karena ada pembagian uang dari Said Abdullah.
Ada dua video yang diunggah oleh akun tersebut. Dalam video pertama, tampak kerumunan warga Sumenep direkam dari ketinggian.
Sepanjang Jalan Kartini terlihat dipenuhi oleh orang-orang. Tidak ada pembatasan sosial dalam kerumunan tersebut.
Si perekam video menyebut banyaknya warga menyebabkan salat tarawih sulit dilakukan karena warga yang datang sangat banyak.
"MasyaAllah penuh sejalan Kartini, jadi enggak bisa salat ini guys, gimana salatnya guys," kata si perekam video seperti dikutip Beritahits.id, Rabu (14/4/2021).
Dalam video kedua, tampak ribuan warga berkerumun tanpa memperhatikan pembatasan sosial di sepanjang Jalan Kartini.
Tak sedikit pula warga yang hadir dalam kerumunan tersebut tidak mengenakan masker.
Baca Juga: Viral Ada Kerumunan, Ketua Banggar Bantah Bagikan Uang ke Warga Sumenep
Para warga itu tampak mengenakan peralatan salat, para wanita mengenakan mukena sementara laki-laki mengenakan baju koko dan peci seperti hendak tarawih berjamaah.
Sebelumnya, Said Abdullah melalui Said Abdullah Institut juga membagikan 50 ribu takjil selama bulan ramadhan kepada masyarakat di Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Kerumunan yang terjadi di Sumenep itu mendadak viral di media sosial dan menjadi sorotan publik.
Banyak warganet mengecam penyelenggara kegiatan dan meminta agar pihak berwajib turun tangan.
Sebab, kerumunan warga tersebut sangat rentan menjadi klaster penularan Covid-19, terlebih warga yang berkerumun tidak menerapkan protokol kesehatan dengan benar.
"Sudah tiap tahun gini kok, tahun kemarin juga gini masih hangat-hangatnya virus corona malah, apalah daya penegak hukum," kata @za*******17.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
Terkini
-
PDIP Desak Reformasi Total Polri: Hapus Dwifungsi dan Perkuat Pengawasan Eksternal
-
Tutup Rakernas I, PDIP Resmi Tegaskan Posisinya Sebagai Partai Penyeimbang: Kawal Pemerintahan
-
Permohonan RJ Eggi Sudjana Masuk, Polda Metro Tunggu Kesepakatan Pelapor di Kasus Ijazah Jokowi
-
Rekomendasi Rakernas PDIP: Tegaskan Kedaulatan NKRI dan Tolak Intervensi Asing atas Venezuela
-
Rekomendasi Rakernas PDIP: Desak Pilkada Tetap Langsung Dipilih Rakyat, Usul Ada E-voting
-
Polisi Periksa 12 Saksi Kasus Teror DJ Donny dan Influencer, Kapan Pelaku Ditangkap?
-
Ketua KONI Ponorogo Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Bupati Nonaktif Sugiri Sancoko
-
Libatkan Ahli, Polisi Bedah Batas Kebebasan Berekspresi dalam Kasus Mens Rea Pandji Pragiwaksono
-
Prabowo Duga Ada Kekuatan Asing Bayar Segelintir Orang untuk Mengejek
-
Bantah Tak Kooperatif, Legislator Bekasi Nyumarno Sambangi KPK: Undangan Tak Sampai ke Alamat KTP