Suara.com - Mantan raja dan ratu Nepal dinyatakan positif Covid-19 usai menghadiri acara keagamaan di India.
Melansir Aljazeera, mantan Raja Gyanendra Bir Bikram Shah (73) dan Ratu Komal Rajya Laxmi Devi Shah (70) dinyatakan positif setelah menghadiri Kumbh Mela, festival keagamaan umat Hindu, yang dihadiri jutaan peziarah.
Kedua mantan raja dan ratu itu kembali ke Kathmandu pada Minggu setelah melakukan kunjungan selama sepekan.
Juru bicara Shah, Phani Raj Pathak, mengonfirmasi kabar tersebut. Ia membenarkan bahwa pasangan tersebut positif terjangkit virus corona.
“Mereka mengisolasi diri di Nirmal Niwas,” kata Pathak dalam sebuah pernyataan pada Selasa sore.
Ritual Kumbh Mela, yang diadakan di kota Haridwar, negara bagian Uttarakhand, ini pasalnya mampu menarik banyak umat Hindu untuk melakukan ritual berenang di sungai Gangga.
Banyak pihak yang menentang acara festival tersebut lantaran situasi di India yang belum terkendali akibat virus corona.
Para pakar kesehatan bahkan telah memperingatkan bahwa acara itu bisa berubah menjadi acara “penyebar super” karena banyaknya peziarah yang mengabaikan aturan protokol untuk menjaga jarak serta kembali ke kampung halamannya masing-masing.
Seorang peramal Hindu yang menghadiri festival tersebut dikabarkan meninggal karena virus corona, dan ratusan orang lainnya dinyatakan positif Covid.
Baca Juga: Waspadai Varian Covid-19, Pengunjung dari India Dilarang Masuk Pakistan
Shah, raja terakhir Nepal, mulai memimpin kerajaan pada 2001 setelah anggota keluarganya tewas dalam pembunuhan massal yang melenyapkan sebagian besar keluarga kerajaan. Ia kemudian mengundurkan diri dari tahta pada Juni 2008 karena keputusan parlemen untuk menghapuskan sistem monarki Hindu Nepal dan mengubah negara itu menjadi republik sekuler.
(Maulida Balqis)
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Sidang Vonis Laras Faizati Digelar Hari Ini, Harapan Bebas Menguat Jelang Ulang Tahun Ke-27
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL