Suara.com - Sebuah penelitian dari Amerika Serikat (AS) memprediksi angka kematian harian akibat virus corona (Covid-19) pada pertengahan Mei mendatang.
Sebagaimana melansir laman Indiatoday, Sabtu (24/4/2021), diperkirakan angka kematian per hari akan mencapai 5.600 orang.
Studi yang bertajuk 'proyeksi Covid-19' itu dilakukan oleh Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di University of Washington.
Diterbitkan pada 15 April tahun ini, penelitian tersebut menaruh harapan pada upaya vaksinasi nasional India untuk mengatasi gelombang kedua pandemi.
Pandemi Covid-19 di India akan memburuk dalam beberapa minggu mendatang, menurut studi yang dilakukan oleh para ahli IHME. Untuk tujuan penelitian ini, para ahli menilai tingkat infeksi dan kematian saat ini di India.
Dalam studi tersebut, telah diprediksi bahwa penghitungan harian India terkait kematian akibat Covid akan mencapai puncaknya pada 5.600 pada 10 Mei tahun ini.
Tambahan 3.29.000 kematian yang diproyeksikan antara 12 April dan 1 Agustus, jumlah kematian kumulatif dapat meningkat hingga 6.65.000 pada akhir Juli.
Tag
Berita Terkait
-
Khawatir Ada Eksodus Warga India, Wagub DKI Minta Jokowi Perketat Bandara
-
Eks Direktur WHO Minta Pemerintah Waspada WN India Bawa Varian Baru Corona
-
Pecah Rekor, Peningkatan Kasus Covid-19 Harian di India Tertinggi di Dunia
-
Dukung Tutup Akses Masuk WN India, DPR: Jika bukan Hari Ini akan Terlambat
-
Ingin Tolong Banyak Nyawa, Pria Ini Jual Mobil SUV untuk Beli Oksigen
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi