Suara.com - Tingkat kematian akibat virus corona (Covid-19) di India semakin tinggi. Salah seorang penduduk Delhi, Nitish Kumar, terpaksa menyimpan jenazah ibunya di rumah selama hampir dua hari ketika dia mencari ruang di krematorium kota.
Kumar mengkremasi ibunya, yang meninggal karena Covid-19, pada beberapa hari lalu di fasilitas kremasi massal darurat di tempat parkir yang bersebelahan dengan krematorium, di Seemapuri di timur laut Delhi.
"Saya berlari dari tiang ke tiang, tetapi setiap krematorium punya alasan ... ada yang mengatakan kehabisan kayu," kata Kumar, dilansir laman ABC, Senin (26/4/2021).
India melaporkan, penghitungan harian tertinggi kasus virus corona di dunia untuk hari kedua pada Jumat (23/4/2021), melampaui 330.000 kasus baru.
Di Delhi, rumah sakit kehabisan pasokan oksigen medis dan peningkatan kasus setiap hari mencapai lebih dari 26.000.
"Kematian dalam 24 jam terakhir juga melonjak ke rekor 2.263," kata kementerian kesehatan.
Orang-orang yang kehilangan orang yang dicintai di ibu kota India, tempat 306 orang meninggal karena Covid-19 dalam 24 jam terakhir, beralih ke fasilitas darurat yang melakukan penguburan massal dan kremasi.
Foto udara menunjukkan tumpukan kayu pemakaman hanya berjarak beberapa meter di krematorium terbuka yang penuh sesak dan mayat terbakar di atas tumpukan kayu di tempat parkir.
Jitender Singh Shunty yang menjalankan layanan medis nirlaba, Shaheed Bhagat Singh Sewa Dal, mengatakan hingga Kamis sore, 60 jenazah telah dikremasi di fasilitas darurat di tempat parkir dan 15 lainnya direncanakan.
Baca Juga: Satgas Covid-19 Balikpapan Tingkatkan Kewaspadan di Pelabuhan dan Bandara
"Tak seorang pun di Delhi akan pernah menyaksikan pemandangan seperti itu," kata Shunty dengan air mata berlinang.
Shunty, yang mengenakan alat pelindung dan sorban kuning cerah, mengatakan tahun lalu selama puncak gelombang pertama jumlah maksimum jenazah yang dia bantu kremasi dalam satu hari adalah 18, sementara rata-rata delapan hingga 10 sehari.
"Pada hari Selasa, 78 jenazah dikremasi di satu tempat itu saja," katanya.
Kumar mengatakan ketika ibunya, seorang petugas kesehatan pemerintah, dinyatakan positif 10 hari yang lalu, pihak berwenang tidak dapat menemukan tempat tidur rumah sakit untuknya.
"Pemerintah tidak melakukan apa-apa. Hanya kamu yang bisa menyelamatkan keluargamu. Kamu sendirian," katanya.
Berita Terkait
-
Mudik Dilarang, Namun Ada 132 Warga India ke Indonesia Pakai Pesawat Carter
-
Startup Asal India Klaim Temukan Cara Daur Ulang Baterai Mobil Listrik
-
Per Hari Ini, Imigrasi Tolak Masuk WNA dari India ke Indonesia
-
Kala Warga Desa di India Mengusir Virus Corona dengan Obor
-
Ini Daftar Negara yang Melarang Perjalanan Internasional dari India
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!
-
Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu
-
Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta
-
Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar
-
Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten
-
Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah