Suara.com - Tim ilmuwan Polandia menyatakan telah menemukan contoh satu-satunya mumi seorang perempuan Mesir yang sedang berbadan dua ketika meninggal.
Para peneliti dari proyek mumi ini menjulukinya sebagai 'Perempuan Misterius' Museum Nasional di Warsawa. Ini karena laporan yang saling bertentangan mengenai asal-usulnya.
Baca juga:
- Mumi kucing zaman Mesir kuno 'dibedah secara digital'
- Mesir pamerkan mumi berbagai hewan, 'dari kucing, ular kobra, hingga buaya'
Mereka mengatakan, jasad yang dimumikan itu merupakan kali pertama disumbangkan ke Universitas Warsawa pada 1826. Pihak donatur memperkirakan mumi itu ditemukan di makam keluarga kerajaan di Thebes, Mesir.
Tapi para peneliti mengatakan itu merupakan hal yang umum terjadi di abad ke-19 untuk mengaitkan penemuan barang-barang antik dengan tempat-tempat terkenal agar nilai jualnya naik.
Ukiran dan pola dari peti dan sarkofagus itu sempat membuat para peneliti di abad ke-20 yakin mumi tersebut adalah pendeta pria Mesir Kuno bernama Hor-Djehuti.
Tapi sekarang, dengan teknologi pemindai, para peneliti mengidentifikasinya sebagai mumi perempuan. Mumi ini diyakini telah ditempatkan pada peti mati yang salah oleh pedagang barang antik di abad ke-19. Saat itu terjadi penjarahan dan pembungkusan kembali jenazah mumi.
Penyebab kematian masih misterius
Riset ini dilakukan tim peneliti Warsaw Mummy Project dan telah dipublikasikan dalam Journal of Archaeological Science, hari Kamis (29/04).
Proyek penelitian yang dimulai pada 2015 itu menggunakan teknologi untuk menguji artefak-artefak yang disimpan di Museum Nasional Warsawa.
Baca Juga: Pemerintah Mesir Bebaskan Puluhan Anggota Ikhwanul Muslimin
Mumi ini sebelumnya dikira seorang pendeta pria, tapi hasil pemindaian mengungkapkan bahwa ini adalah perempuan yang hamil tua.
Para ahli tim proyek ini yakin tubuh mumi itu berjenis kelamin perempuan dengan status sosial tinggi, berusia antara 20 - 30 tahun, yang meninggal pada satu abad sebelum Masehi.
"Yang ditunjukkan di sini adalah satu-satunya contoh yang diketahui mumi perempuan yang sedang mengandung dan gambaran pertama radiologis dari janin tersebut," dikutip dari artikel jurnal ilmiah, yang mengumumkan temuan itu.
Dari pemeriksaan lingkaran kepala janin, diperkirakan usia kandungan mumi perempuan ini antara 26 hingga 30 minggu. Penyebab kematian perempuan itu masih misterius.
"Ini merupakan temuan kami yang paling penting dan signifikan sejauh ini, sangat mengejutkan," kata anggota tim Wojciech Ejsmond dari Polish Academy of Sciences kepada Associated Press.
Empat bundel, yang diperikirakan organ-organ yang telah dibungkus dan dibalsam, ditemukan di dalam rongga perut mumi, tapi para peneliti mengatakan bahwa janin itu belum dikeluarkan dari rahim.
Baca juga:
- Mumi berusia 2.000 tahun dengan 'lidah emas' ditemukan di Mesir
- Ketika belasan mumi Firaun turut dalam parade mewah di Kairo
- Mumi anak serigala purba yang 'hidup 56.000 tahun lalu' ditemukan di Kanada
Para peneliti mengatakan belum diketahui secara pasti kenapa janinnya tidak dikeluarkan dan dibalsam secara terpisah. Tapi diduga hal itu bisa jadi karena adanya pengaruh keyakinan spiritualitas tentang kehidupan setelah mati, atau kesulitan untuk mengeluarkannya secara fisik.
Mereka menggambarkan kondisi mumi itu "terpelihara dengan baik". Tapi ada kerusakan pada bagian pembungkus leher, yang diyakini menjadi target penjarah karena diyakini menyimpan barang berharga.
Para peneliti mengatakan sedikitnya 15 barang, termasuk satu set jimat Empat Putra Horus, telah ditemukan di dalam pembungkus jenazah.
Salah satu peneliti dari proyek ini, Dr Marzena Oarek-Szilke mengatakan kepada kantor berita Polandia, bahwa suaminya adalah orang pertama yang menyadari penampakan kaki bayi kecil di dalam hasil gambar pemindai.
Dia mengatakan bahwa tim itu berharap pada penelitian selanjutkan akan mempelajari sejumlah jaringan kecil untuk mengetahui penyebab kematian mumi tersebut.
Berita Terkait
-
Nestapa Mohamed Salah di Piala Afrika 2026 Kini Pulang ke Anfield Demi Tempat Utama
-
Sadio Mane Ungkap Kunci Keberhasilan Senegal Melaju ke Final Piala Afrika 2025
-
Magis Mohamed Salah Sudah Hilang
-
Piala Afrika 2025: Mesir Tantang Senegal di Semifinal, Salah Reuni dengan Sadio Mane
-
Sastra, Mesir, dan Cinta yang Tak Kasatmata
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Menteri Keuangan Khawatir Kena Gratifikasi Gegara Saweran TikTok? Ini Respons KPK!
-
Motor Dicuri di Depan Rumah, Pemilik Syok Dapat Kabar Baik dari Polsek Tambora Keesokan Harinya
-
DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
-
Sopir Calya Ugal-ugalan Disebut Bersih Zat Adiktif, Polisi Temukan Senpi Mainan, Golok, hingga Badik
-
Respon Keras Menteri PPPA soal Orang Tua Jual Bayi di Medsos: Anak Bukan Komoditas!
-
Kaitan BoP dan Kebijakan Tarif AS: Strategi Pragmatis Presiden Prabowo di Tengah Tekanan Ekonomi
-
Palu dan Amarah Terpendam: Remaja 16 Tahun di Kelapa Gading Habisi Kakak Kandung Gegara Hal Sepele
-
Mahasiswa Serang Mahasisiwi di Pekanbaru Diduga Karena Obsesi, Ini Sosok Terduga Pelaku
-
Gus Ipul: Guru Sekolah Rakyat Harus Profesional, SKP Jadi Kompas Perubahan Siswa
-
KPK Periksa 14 Saksi Terkait Kasus Pemerasan Jabatan Perangkat Desa di Pati