Suara.com - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 angkat bicara terkait adanya keluhan warga kepada pemerintah yang menjadikan hotel atau apartment di daerahnya sebagai tempat karantina Covid-19.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah sudah bekerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk mengalihfungsikan sejumlah kamar hotel atau apartemen sebagai tempat karantina Covid-19.
"Karantina bagi WNA harus dilakukan di hotel yang telah direkomendasikan oleh PHRI dan diberi izin oleh Satgas Covid-19 dengan pertimbangan kesiapan sarana dan prasarananya," kata Wiku, Jumat (30/4/2021).
Setiap pelaku perjalanan dari luar negeri wajib menjalani karantina dengan memilih lokasi karantina di hotel atau apartemen yang ditunjuk pemerintah.
"Setiap pelaku perjalanan internasional harus mengikuti prosedur skrining maupun karantina sesuai surat edaran Satgas Nomor 8 Tahun 2021 tentang pelaku perjalanan internasional baik lokasi maupun mekanismenya," ucapnya.
Wiku meminta seluruh masyarakat untuk menerima keputusan pemerintah terkait penunjukkan sejumlah hotel yang dialihfungsikan menjadi tempat karantina Covid-19.
"Mohon bagi masyarakat maupun petugas di lapangan sama-sama mendukung dalam mematuhi aturan yang telah dibuat demi keamanan dan keselamatan bersama," tutup Wiku.
Sebelumnya, sejumlah Warga Negara Asing di Oakwood Apartment Pantai Indah Kapuk, Jakarta memamerkan kesehariannya saat di karantina yang bisa keluar kamar, bebas berenang, ke mall, dan jalan keliling kota.
Para penghuni apartemen sampai menggelar unjuk rasa dengan membentangkan spanduk menolak tempat tinggalnya dijadikan karantina, terlebih jika tidak dilakukan dengan ketat oleh petugas.
Baca Juga: Kabur Dari Karantina, WN India Diringkus Saat Asyik Makan Martabak di Batam
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat