Suara.com - Pemimpin oposisi India Rahul Gandhi menyerukan lockdown nasional setelah jumlah kasus Covid-19 di India melebihi 20 juta pada hari Selasa (4/5).
Menyadur France24, Rabu (5/5/2021) pada hari Selasa, India melaporkan 357.229 kasus baru selama 24 jam terakhir. Korban jiwa juga naik 3.449 sehingga totalnya menjadi 222.408 jiwa, data kementerian kesehatan menunjukkan.
Pakar medis mengatakan angka sebenarnya bisa jadi lima hingga 10 kali lebih tinggi daripada kasus yang dilaporkan.
"Satu-satunya cara untuk menghentikan penyebaran Corona sekarang adalah penguncian total ... kelambanan Pemerintah India membunuh banyak orang yang tidak bersalah," kata anggota parlemen dari Partai Kongres Gandhi tersebut di Twitter.
Perdana Menteri Narendra Modi enggan memberlakukan lockdown nasional karena jatuhnya ekonomi, namun beberapa negara bagian telah memberlakukan batasan sosial.
PM Narendra Modi sudah mendapat kritik karena tidak bergerak lebih cepat untuk membatasi gelombang infeksi terbaru.
Narendra juga mendapat kecaman saat membiarkan jutaan orang yang sebagian besar tidak memakai masker menghadiri festival keagamaan dan kampanye pada Maret dan April.
"Apa yang diungkapkan beberapa pekan terakhir adalah bahwa baik Pusat maupun negara bagian sangat tidak siap untuk gelombang kedua," kata editorial di Times of India pada hari Selasa.
Menawarkan secercah harapan, kasus Covid-19 di beberapa daerah tidak berubah, seorang pejabat kementerian kesehatan federal mengatakan pada hari Senin.
Menurut prediksi pemerintah, puncak gelombang saat ini jatuh pada Rabu pekan ini, beberapa hari lebih awal dari perkiraan sebelumnya, karena virus menyebar lebih cepat dari yang diperkirakan.
Baca Juga: SIKM Berlaku Besok, Wagub DKI: Ada Rapid Test Covid-19 Acak di Jalan
Kelangkaan vaksin
Lonjakan COVID-19 di India bertepatan dengan penurunan drastis dalam program vaksinasi karena masalah pasokan dan pengiriman.
Setidaknya tiga negara bagian India, termasuk negara bagian terkaya Maharashtra, melaporkan kelangkaan vaksin bahkan hingga menutup beberapa pusat vaksinasi.
Negara bagian tersebut pada hari Senin memberikan 79.491 dosis, dibandingkan dengan rekor 534.372 seminggu yang lalu.
Di negara bagian asal PM Modi, Gujarat, tiga kota terbesarnya yakni Ahmedabad, Surat dan Vadodara membatasi vaksin untuk kelompok usia 18-44 tahun, kata para pejabat.
Negara bagian timur Odisha juga menghentikan program vaksinasi di 11 dari 30 distriknya, kata pejabat kesehatan setempat kepada Reuters, dengan alasan kekurangan sumber daya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
-
Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia
-
Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG
-
'Kode Merah' di Balik Room VIP: Bareskrim Bongkar Modus Narkoba di B-Fashion dan The Seven Jakbar
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Israel Jadi Negara Paling Tidak Disukai di Dunia Menurut Survei Global 2026
-
Sadis! Hanya Demi Motor, Pemuda di Karawang Nekat Habisi Nyawa Adik Kelas di Bantaran Citarum
-
Mahfud MD Ungkap Isi Obrolan dengan Jokowi di Kondangan Soimah: Gak Ada Bahas Politik