Suara.com - Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif dicecar pertanyaan oleh hakim terkait agenda Habib Rizieq Shihab setibanya di Tanah Air dari Arab Saudi. Sidang kasus kerumunan Habib Rizieq digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (6/5/2021) hari ini.
Slamet sendiri hadir dalam sidang sebagai saksi fakta yang meringankan terdakwa. Tak hanya Slamet, eks Ketum FPI Shabri Lubis juga turut serta dihadirkan.
Awalnya Ketua Majelis Hakim Suparman Nyompa bertanya kepada Slamet terkait bagaimana bisa dirinya mengetahui jadwal Rizieq melakukan peletakan batu pertama di Pondok Pesantren Agrokultural Markaz Syariah Megamendung.
Dalam jawabannya, Slamet mengaku mengetahui hal itu berdasarkan kabar yang sudah beredar.
"Kabar sudah beredar agenda beliau (Habib Rizieq) ketika di tanah air," kata Slamet dalam persidangan.
Majelis hakim kemudian kembali bertanya kepada Slamet, dan mempertegas soal agenda Rizieq di Tanah Air.
"Sudah ada agendanya?" tanya hakim lagi.
"Iya, bahwa beliau akan hadir termasuk akan ke Megamendung," jawab Slamet.
"Termasuk yang mau ke Tebet terus di Petamburan itu?" cecar hakim.
Baca Juga: Kerusakan Imbas Kerumunan Rizieq, Pihak Bandara Soetta Tak Minta Ganti Rugi
"Iya," timpal Slamet.
Kemudian hakim bertanya soal ada tidaknya pernyataan Rizieq soal dirinya akan melakukan peletakkan batu pertama di Markaz Syariah. Slamet kemudian mengaku dari video yang ia terima, Rizieq sempat menyebut akan melakukan kegiatan tersebut di Markaz Syariah.
"Yang saya tahu dari video habib dari kota Suci Makkah beliau akan meletakan batu pertama di masjid di pesantren Megamendung," tutur Slamet.
Untuk diketahui, dalam kasus kerumunan Petamburan, Rizieq didakwa telah melakukan penghasutan hingga ciptakan kerumunan di Petamburan dalam acara pernikahan putrinya dan maulid nabi Muhammad SAW.
Sementara dalam kasus kerumunan Megamendung, Rizieq didakwa telah melanggar aturan kekarantinaan kesehatan dengan menghadiri acara di Pondok Pesantren Agrokultural Markaz Syariah, Megamendung, Puncak, Kabupaten Bogor 13 November 2020 lalu.
Berita Terkait
-
Kerusakan Imbas Kerumunan Rizieq, Pihak Bandara Soetta Tak Minta Ganti Rugi
-
Ketum PA 212: Polisi dan TNI Ikut Berselawat Sambut Rizieq di Bandara
-
Eks Ketum FPI dan Ketum PA 212 Kompak Ungkap Perintah Rizieq saat Pandemi
-
Shabri Lubis dan Slamet Maarif Jadi Saksi Kasus Kerumunan HRS Hari Ini
-
Rizieq Ajukan Penangguhan Jelang Lebaran, Tak Ada Tokoh Mau jadi Penjamin
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
PSI Incar Jawa Tengah Jadi Kandang Gajah, Hasto PDIP Kasih Respons Santai, Begini Katanya
-
Rakernas I 2026: PDIP Bakal Umumkan Sikap Resmi Terkait Wacana Pilkada di Akhir Acara
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Politik Adalah Alat Pengabdian, Bukan Sekadar Kejar Jabatan
-
Megawati Dorong Politik Berbasis Kearifan Lokal: Peradaban Diukur dari Cara Menghormati Bumi
-
Instruksi Tegas Megawati di HUT ke-53 PDIP: Kader Wajib Jaga Alam, Hingga Lawan Keserakahan
-
Kritik Keras Regulasi Karpet Merah Konsesi, Megawati: Itu Pemicu Bencana Ekologis di Sumatra
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Krisis Iklim Adalah Ancaman Nyata, Generasi Muda Paling Dirugikan
-
Megawati Kecam Intervensi AS di Venezuela: Ini Imperialisme Modern!
-
Rocky Gerung Ngaku Girang Hadir di HUT ke-53 PDIP, Puji Pidato Megawati: Jernih, Tulus, dan Berani
-
BGN Ancam Suspend Dapur MBG Tanpa Sertifikat Higiene, Target Nol Keracunan 2026