Suara.com - Militer Israel dituding telah sengaja menipu media dengan tujuan untuk menjebak para pejuang Hamas dalam terowongan-terowongan di Gaza, Palestina, demikian diwartakan LA Times, Jumat (14/5/2021).
Pada Jumat dini hari, angkatan bersenjata Israel (IDF) mengumumkan bahwa pihaknya telah mengerahkan pasukan darat untuk menyerang para pejuang Hamas di Gaza.
"Pasukan angkatan udara dan darat Israel kini sedang menyerang Jalur Gaza," demikian pernyataan media yang disebar IDF.
Pernyataan ini memantik spekulasi bahwa IDF sudah melancarkan serangan darat - setelah selama ini melancarkan serangan udara - ke Gaza. Skenario ini diyakini akan memicu jatuhnya korban lebih banyak dalam bentrokan bersenjata yang sudah berlangsung lebih dari sepekan.
Tetapi beberapa wartawan memang diinformasikan oleh IDF bahwa serangan darat memang sudah berlangsung. Salah satunya Felicia Schwartz dari Wall Street Journal (WSJ). Ia mengatakan informasi operasi militer di darat itu disampaikan langsung kepadanya oleh Letnan Kolonel Jonathan Conricus, juru bicara resmi IDF.
"Conricus mengatakan langsung kepada saya bahwa, 'Ada operasi darat di Gaza'." kata Schwartz.
Beberapa jam kemudian, IDF menyiarkan pernyataan berisi klarifikasi. Mereka bilang kali ini tidak ada pasukan yang menginvasi Gaza. Tetapi sudah terlambat, sejumlah media besar dunia - termasuk WSJ - sudah mewartakan bahwa serangan darat Israel sedang berlangsung di Gaza.
Conricus sendiri menarik pernyataannya ke Schwartz dua jam kemudian dan mengubah keterangan dengan mengatakan tidak ada operasi darat di Gaza. Ia berkilah bahwa ada miskomunikasi internal terkait kesalahan siaran pers tersebut.
"Hal-hal seperti ini bisa terjadi di tengah operasi yang kompleks," kata Conricus.
Baca Juga: Cerita Tengku Zul Saat Ditanyai Hubungan Israel dan Gus Dur: Luar Biasa!
Tetapi para pengamat militer mengatakan bahwa Israel sudah merencanakan semua itu dan bahwa media dimanfaatkan untuk memojokkan para pejuang Hamas ke jebakan maut.
"Mereka (IDF) tidak berbohong. Ini adalah manipulasi, yang cerdas dan berhasil," kata Or Heller, seorang veteran dan koresponden militer dalam wawancara dengan stasiun televisi Israel, Channel 13 TV.
Jebakan maut
Israel, menurut para analis, telah merencanakan tipuan ini beberapa hari sebelumnya. Selama sekitar sepekan Israel mengumumkan telah memanggil pasukan cadangan dan menggelar pasukan di sekitar perbatasan dengan Gaza.
Selain itu, tank-tank Israel juga telah disiagakan di sepanjang perbatasan dan melepaskan tembakan ke arah Gaza. Semua langkah ini disinyalir sebagai persiapan sebelum serangan darat ke area yang dikuasai Hamas tersebut.
Lalu pada Kamis malam, Israel mulai menyiapkan pasukan di perbatasan yang dinilai sebagai persiapan akhir invasi ke Gaza. Pada Jumat dini hari, keluarlah siaran pers - dalam bahasa Ibrani dan Arab - bahwa Israel mulai melakukan serangan darat ke Gaza.
Berita Terkait
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Kondisi Masih Rawan, Pemerintah Terus Siaga Soal WNI Ditahan Israel
-
'Jangan Kaget Bunda, HP Sudah Dibuang ke Laut', Pesan Terakhir Andi Angga Sebelum Ditangkap Israel
-
Sang Adik Ditangkap Tentara Israel, Presiden Irlandia: Saya Sangat Bangga Padanya
-
Detik-detik 9 WNI Ditodong Senjata Tentara Israel, Benjamin Netanyahu Buka Suara
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Kasus Air Keras Andrie Yunus: 4 Anggota BAIS TNI Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini
-
Waspada Siasat Maling! Polresta Tangerang Bongkar Modus Teror 'Pocong' untuk Takuti Warga
-
Update! 9 WNI Diculik Tentara Israel di Kapal Global Sumud Flotilla
-
Kejagung Lelang Koleksi Harvey Moeis: Tas Mewah Hari Ini, Mobil dan Apartemen Menyusul
-
Duduk Perkara Kasus Chromebook: Kenapa Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara?
-
Menolak Lupa! 28 Tahun Reformasi, Aliansi Perempuan: Jangan Jadikan Tubuh Kami Sasaran Kekerasan
-
Suara Lantang di Depan Kantor Komnas HAM: Perempuan RI Menolak Lupa pada Luka Sejarah Kelam Bangsa
-
Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
APJII: Penetrasi Internet Indonesia 2026 Capai 81,72 Persen, Jawa Masih Mendominasi