Suara.com - Serangan Israel terhadap Palestina masih terus terjadi hingga saat ini. Mungkin ada yang bertanya kenapa Israel menyerang Palestina? Bagaimana awal mula konflik Israel dan Palestina? Simak penjelasannya berikut.
Israel telah melancarkan serangkaian serangan udara di kota Gaza, Palestina. Serangan Israel kepada Palestina bermula pada upaya Israel menggusur warga Palestina yang ada di wilayah Sheikh Jarrah, Kota Yerussalem bagian timur.
Ketegangan tersebut meningkat pada kerusuhan yang terjadi di Masjid Al-Aqsa saat kepolisian Israel membubarkan warga Palestina yang tengah melaksanakan shalat tarawih. Hingga saat ini, jumlah korban jiwa masih terus berjatuhan dan banyak bangunan yang kemudian runtuh yang diakibatkan serangan roket.
Namun perlu anda ketahui konflik Israel dan Palestina telah terjadi cukup lama. Penyebab kenapa Israel menyerang Palestina dimulai sejak Perang Dunia I.
Awal Mula: Zionis Yahudi Eropa dan Perang Dunia I & 2
Konflik dan serangan Israel kepada Palestina telah berlangsung selama puluhan tahun lamanya. Konflik antara Israel dan Palestina bermula saat masing-masih negara ingin menempati tanah yang sama. Awal mula kenapa Israel menyerang Palestina adalah konflik yang terjadi saat wilayah Arab masih menjadi bagian dari Kekaisaran Ottoman.
Pada Perang Dunia I, Kekaisaran Ottoman runtuh dan Inggris mencanangkan Deklarasi Balfour yang dipandang pihak Yahudi dan Arab mendirikan tanah air bagi kaum Yahudi di Palestina. Kaum zionis pada saat itu memilih Palestina berdasarkan keyakinan mereka bahwa tanah suci yang dijanjikan Tuhan kepada kaum Yahudi adalah tanah Palestina.
Pada Perang Dunia II, ratusan ribu orang Yahudi kemudian berpindah ke Palestina untuk melarikan diri dari penganiayaan, kekerasan, dan serangan kepada mereka saat perang terjadi. Pada tahun 1936 warga Palestina melancarkan pemberontakan terhadap Inggris yang mendukung terciptanya zionis di tanah Palestina. Pemberontakan tersebut berlangsung hingga pada tahun 1939.
Setelah pemberontakan tersebut, Inggris kemudian mencoba membatasi imigrasi kaum Yahudi Eropa menuju wilayah Palestina. Zionis akhirnya menyatakan perang terhadap Inggris. Hal itu membuat Inggris menyerahkan permasalahan Palestina kepada PBB, sekaligus Inggris mengakhiri mandat koloninya di tanah Palestina.
Baca Juga: UAS Galang Dana, Dewi Tanjung: Jangan Jual Penderitaan Rakyat Palestina
Pada tahun 1947, PBB menyepakati untuk membagi wilayah Palestina menjadi dua wilayah yakni orang Yahudi dan orang Arab. Kota Yerussalem menjadi kota suci bagi orang Arab dan Yahudi. Pembagian tersebut membuat Palestina menolaknya setelah banyak kota utama dan garis pembagian tidak seimbang antar keduanya.
Berdirinya Negara Israel
Pada 14 Mei 1948 atau sehari sebelum mandat Inggris di Palestina berakhir, Ketua Komunitas Yahudi di Palestina, David Ben-Gurion mendeklarasikan negara Israel. Dalam deklarasi tersebut, pendiri Israel tidak menyebutkan batas negara tersebut yang membuat negara-negara Arab tidak menyetujui yang kemudian mengakibatkan perang. Negara Arab seperti Mesir, Suriah, Irak, Lebanon, Arab Saudi, dan Yordania menyatakan perang terhadap Israel.
Pada 15 Mei 1948 pecahlah perang antara Arab-Israel pertama. Ada sebanyak 700 orang Lebanon, 1.876 orang Suriah, 4.000 orang Irak, dan 2.800 orang Mesir menyerbu wilayah Palestina. Namun perang berakhir dengan Israel yang dapat mengendalikan seluruh wilayah Palestina yang kemudian ditandai sebagai wilayah Israel. Wilayah Gaza dan Tepi Barat masih tetap menjadi wilayah Palestina.
Perang tersebut menjadi awal dari konflik Israel dan Palestina berpuluh-puluh tahun kemudian hingga saat ini. Demikian adalah awal mula kenapa Israel menyerang Palestina.
Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 5 Sepatu Saucony Paling Nyaman untuk Long Run, Kualitas Jempolan
Pilihan
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
Terkini
-
Temuan Komisi E DPRD DKI: Obat HIV di Jakbar Disimpan di Ruangan Apek, Pasien Keluhkan Bau Menyengat
-
Sentil Pemprov DKI Soal Tawuran, Komisi E DPRD Usul Sanksi Pidana bagi Orang Tua Pelaku
-
Pecah Kongsi! Rustam Effendi Kecewa Eggi Sudjana Sebut Jokowi Orang Baik Usai Kasus Dihentikan
-
DPRD DKI Dukung Rute Baru Transjabodetabek untuk Kurangi Macet Jakarta
-
Rustam Effendi Sebut Eggi Sudjana Musuh dalam Selimut, di TPUA Dia Duri dalam Daging!
-
Kepala Daerah yang Di-endorse Jokowi Ditangkap KPK, Bukti Pengaruh Politik Memudar Pasca Lengser?
-
BGN Tegaskan Program MBG Tak Ganggu Pendidikan, Anggaran dan Program Justru Terus Meningkat
-
Misi Berbahaya di Pongkor: Basarnas Terjang 'Lubang Maut' Demi Evakuasi 3 Penambang
-
Jaksa Agung Tindak Tegas 165 Pegawai Nakal Sepanjang 2025: 72 Orang Dijatuhi Hukuman Berat
-
DPR Mulai Belanja Masukan RUU Pemilu, Pastikan Soal Isu Pilpres Via MPR Tak Bakal Dibahas