Suara.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk memberikan waktu dua hingga tiga hari sebelum mengakhiri operasi militernya di Jalur Gaza, kata sebuah sumber kepada Anadolu Agency.
Sumber, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena mereka tidak berwenang untuk memberikan pernyataan kepada media, mengatakan permintaan Israel itu muncul setelah AS pada Minggu meminta Netanyahu untuk mengakhiri agresi ke wilayah yang diblokade itu.
Sementara itu, Barak Rafid, koresponden politik dari media lokal Israel Walla, mengatakan kepada CNN bahwa tentara Israel membutuhkan 24-48 jam untuk menyelesaikan operasi di Gaza.
"Pesan dari pemerintahan [Presiden AS] Joe Biden kepada Israel adalah bahwa waktu untuk operasi sudah hampir habis," sebut dia.
Menyusul percakapan via telepon antara Biden dan Netanyahu pada Senin malam, Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Biden menyatakan dukungannya untuk gencatan senjata dan membahas keterlibatan AS dengan Mesir dan mitra lainnya untuk mencapai tujuan itu.
Selama sambungan telepon tersebut, Biden menegaskan kembali dukungannya untuk hak Israel untuk mempertahankan diri dari serangan roket tanpa pandang bulu.
Namun, sumber yang mengetahui detil pembicaraan gencatan senjata mengungkapkan bahwa Netanyahu menolak untuk membuat komitmen apa pun sebagai imbalan atas gencatan senjata.
Kantor Penyiaran Publik Israel (IPBC), mengutip sumber-sumber Israel yang mengetahui pembicaraan gencatan senjata yang sedang berlangsung, mengatakan ada tanda-tanda optimisme mengenai kemungkinan mengakhiri operasi militer di Jalur Gaza.
Kantor Netanyahu membantah rumor tersebut, kata IPBC, sementara Menteri Energi Israel Yuval Steinitz mengatakan kepada saluran tersebut bahwa dia mengesampingkan kemungkinan mengakhiri operasi militer di Jalur Gaza dalam beberapa hari mendatang. (Sumber: Anadolu)
Baca Juga: Soal Agresi Israel di Gaza, Dubes Palestina: PBB Lamban!
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam