Suara.com - Gunung Nyiragongo di Kongo meletus dan mengeluarkan lahar yang menghancurkan sejumlah rumah di pinggiran kota Goma. Tetapi saksi-saksi mata hari Minggu (23/5) mengatakan kota berpenduduk sekitar dua juta orang itu aman setelah letusan gunung pada Sabtu malam (22/5) yang membuat orang-orang melarikan diri dalam keadaan panik.
Pihak berwenang mengatakan sedikitnya lima orang meninggal dalam kecelakaan di jalan raya ketika berupaya meninggalkan kota Goma. Tetapi mereka memperingatkan bahwa masih terlalu dini untuk memberi informasi soal korban meninggal di komunitas yang paling terpukul itu.
Gubernur Goma Constand Ndima mengatakan lebih dari 500 rumah hancur.
Warga mengatakan hanya ada sedikit peringatan dini sebelum langit yang gelap berubah menjadi merah menyala, memicu kekhawatiran bahwa letusan gunung itu dapat menimbulkan kerusakan yang sama seperti letusan tahun 2002 yang menewaskan ratusan orang.
Misi Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Kongo Sabtu malam mengatakan berdasarkan pemantauan udara, tampaknya lahar Gunung Nyiragongo tidak mengalir menuju Goma. Tetapi ribuan warga Goma telah meninggalkan rumah mereka karena khawatir dengan kemungkinan terburuk. Sebagian warga naik perahu menuju Danau Kivu, lainnya berupaya mencapai Gunung Goma, titik ketinggian tertinggi di wilayah itu. Sedikitnya 3.000 orang melintasi perbatasan menuju Rwanda.
Pada hari Minggu warga memberanikan diri kembali ke kampung mereka untuk mengevaluasi kerusakan yang ditimbulkan. Asap mengepul dari tumpukan lahar yang membara di Buhene, dekat kota.
Goma adalah pusat bagi banyak badan kemanusiaan di kawasan itu dan sekaligus lokasi Misi Pasukan Penjaga Perdamaian PBB. Meskipun Goma merupakan kediaman bagi banyak personil penjaga perdamaian dan pekerja bantuan, banyak wilayah di bagian timur Kongo yang berada dalam ancaman kelompok bersenjata yang berlomba-lomba ingin menguasai sumber daya mineral yang kaya di wilayah itu. (Sumber: VOA Indonesia)
Berita Terkait
-
Gunung Nyiragongo Meletus, Ribuan Warga Kongo Mengungsi ke Rwanda
-
Tertidur Sejak 1979, Gunung Api di Karibia Meletus, Ribuan Orang Mengungsi
-
Gunung La Soufrire Meletus, Ribuan Warga Dievakuasi Pakai Kapal Pesiar
-
Ngeri-ngeri Sedap, Orang-orang Ini Bermain Voli di Dekat Gunung Meletus
-
Negara-negara Afrika Ikut Tangguhkan Vaksin AstraZeneca
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
Bareskrim Bongkar Peredaran 14 Ton Daging Domba Australia Kedaluwarsa di Jakarta-Tangerang
-
Menlu Iran Abbas Araghchi: Tak Ada Gencatan Senjata, Pembalasan Akan Terus Berlanjut!
-
Viral! Walkot Muslim Kebanggaan Netizen Indonesia Panen Hujatan Setelah Bertemu Komunitas Yahudi
-
Momen Anwar Usman Bacakan Putusan MK Terakhir, Sampaikan Permohonan Maaf dan Pamit Jelang Pensiun
-
Rapper Bobby Vylan Teriakan Kematian untuk Tentara Israel di London, Komunitas Yahudi Ketar-ketir
-
Ledakan Dahsyat di UEA! Rudal Iran Hancurkan Gedung Peluru AS di Al Dhafra
-
Brutal! Rudal Israel Serang Gaza: 13 Orang Tewas, Termasuk Anak-anak dan Ibu Hamil
-
Di Balik Ramainya Mudik Lebaran, Ada Porter yang Hanya Bisa Pulang Sehari
-
Laporan Intelijen AS Sebar Fitnah Tentang Mojtaba Khamenei, Reaksi Donald Trump Jadi Sorotan
-
Amuk Celurit di Cilincing: Sopir Angkot Tewas Dibacok, Pelaku Diciduk Saat Bersembunyi di Kontainer