Suara.com - Kabar duka datang dari Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk India, yang berkedudukan di New Delhi. Wakil Duta Besar Ferdy Nico Yohannes Piay meninggal dunia akibat terinfeksi covid-19.
Melalui akun Instagram resminya, KBRI New Delhi mengumumkan kepergian sang diplomat senior mereka tersebut.
"Keluarga Besar Kedutaan Besar Republik Indonesia di New Delhi berduka cita atas berpulangnya salah satu pimpinan terbaik kami, Bapak Ferdy Nico Yohannes Piay, Wakil Duta Besar Kedutaan Besar Republik Indonesia di New Delhi," tulis KBRI di akun @indonesiainnewdelhi, Rabu (26/5/2021).
"Kepemimpinan, ketauladanan, dan kebaikan hati yang telah bapak curahkan selama mengemban tugas di India akan kami kenang selamanya," sambungnya.
Menyadur The Hindu, Wadubes RI untuk India Ferdie Piay jatuh sakit bulan April, setelah dinyatakan positif covid-19.
Ferdy lantas pulang ke Indonesia pada akhir April, dan menghembuskan napas terakhir Selasa (25/5/2021).
Menurut laporan media India, Ferdie Piay sedang memimpin kedutaan sembari menunggu proses penunjukan duta besar baru setelah masa jabatan Sidhartho R Suryodipuro berakhir.
Masa jabatan Piay bertepatan dengan gelombang pertama dan kedua pandemi covid-19 di India, yang telah merenggut nyawa ribuan nyawa.
Selama satu tahun terakhir, Ferdie Piay mengarahkan dialog terkait kerja sama vaksin RI dengan India.
Baca Juga: Pemkab Boyolali Bongkar Kunci Sukses Turunkan Kasus Aktif Covid-19
Ia menjadi bagian dari delegasi diplomat yang dibawa mengunjungi perusahaan farmasi yang memproduksi vaksin covid-19 di Hyderebad.
Media India juga menyebutkan Piay adalah diplomat tertinggi yang meninggal dalam gelombang kedua covid-19 di India.
Awal bulan ini, seorang staf senior India yang bekerja di Komisi Tinggi Selandia Baru juga mengembuskan napas terakhir karena Covid-19.
Pihak berwenang telah menerima laporan adanya kasus covid-19 dari kedutaan besar Bhutan, Filipina, Selandia Baru dan Thailand.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
PSI: Kunjungan Jokowi ke Daerah Bukan Safari Politik, Tapi Memenuhi Undangan
-
1 Warga Tewas Akibat Gempa M6,7 di Sulawesi Tengah, 312 Jiwa Terdampak
-
Apakah 'Nyanyian' Sony Sonjaya Bisa Jadi Kunci Bongkar Akar Korupsi MBG?
-
BEM Bersatu Tuding Ada Sosok Eks Petinggi Militer di Balik Aksi Demo Mahasiswa Tolak MBG
-
Guntur Romli Cium Motif Lain BEM Bersatu: Dari Mana Dana Bikin Konferensi Pers?
-
Gus Ipul: Prof Nasar Jadi Salah Satu Figur Kuat untuk Ketua Umum PBNU
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Penyelesaian RAP Dana Otsus Tambahan & DTI Tahun 2026
-
BEM Bersatu Ungkap Fortuner Tyo Ardianto Atas Nama Adik Jenderal, Gerakan Mahasiswa Disusupi?
-
BEM Bersatu Tuding Ada Intervensi Politik di Balik Aksi Tolak MBG, Guntur Romli: Cocokologi
-
Puluhan Ribu Jemaah Bakal Padati Monas, Jakarta Gelar Haul Akbar Ulama Betawi Terbesar