Suara.com - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md mengatakan, terdapat sejumlah nama tokoh sayap bersenjata perjuangan kemerdekaan Papua yang menjadi bidikan utama pemerintah.
Mahfud mengungkapkan, tokoh-tokoh beserta kelompok yang disebutnya sebagai kelompok kriminal bersenjata alias KKB dan menjadi target operasi adalah Egianus Kogoya, Lekagak Talenggen, dan Militer Murib.
"Jadi yang dihadapi adalah KKB Egianus Kogoya, KKB Lekagak Talenggen, KKB Militer Murib, dan kelompok lain lagi, jadi bukan KKB Papua secara umum," kata Mahfud saat menggelar dialog bersama sejumlah unsur tokoh di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (27/5/2021).
Mahfud mengatakan, pemerintah melakukan operasi terhadap KKB tersebut sesuai dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Terorisme.
Mengutip survei Badan Intelijen Negara (BIN) bekerja sama dengan sejumlah universitas, Mahfud menyebut 92 persen warga Papua pro-NKRI dan mendukung pembangunan.
Kalau dirincikan, 82 persen menyetujui otonomi khusus, 10 persen menyatakan terserah pemerintah, dan delapan persen yang menolak.
Mahfud mengungkapkan, KKB masuk ke dalam kelompok yang tak menyetujui otsus maupun pembangunan Papua.
"Nah, sisanya yang kecil delapan persen itu terbagi tiga yakni bergerak di jalur politik, klandestin, dan KKB," ujarnya.
Karena itu, Mahfud juga mengklaim sebagian besar warga Papua mendukung pembangunan di Bumi Cenderawasih, serta mengharapkan bisa dibangun secara damai.
Baca Juga: Mahfud MD Ngaku Bisa Tunjukkan Bukti Siapa Saja Koruptor Era Reformasi
Selain Mahfud, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko dalam acara yang sama juga menyampaikan pandangannya.
Dia mengatakan, komitmen Presiden Joko Widodo atau Jokowi membangun Papua sangat tinggi.
"Presiden mana yang pernah berkunjung ke Papua sampai 17 kali. Belum ada, baru di masa Presiden Jokowi ini hal itu terjadi, karena beliau sungguh ingin Papua maju dan damai," ujar Moeldoko.
Berita Terkait
-
Mahfud MD Ngaku Bisa Tunjukkan Bukti Siapa Saja Koruptor Era Reformasi
-
Mahfud MD: Jika Moralitas Politik Jelek, Produk Hukum dan Penanganannya Ikut Jelek
-
Bantah Kekayaan Papua Terus Dikeruk Demi Negara, Ini Penjelasan Mahfud MD
-
Ditolak di Kantor Mahfud MD, Koalisi Serius Revisi UU ITE Ungkap Alasannya
-
Koalisi Serius Revisi UU ITE Ditolak di Kantor Mahfud MD, Ini Alasannya
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard
-
Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar