Suara.com - Sebuah kuil untuk memuja Dewi Corona berdiri di desa Sukhulpur, Uttar Pradesh, India. Menyadur Indian Express Senin (14/06), warga kerap datang ke kuil ini untuk berdoa agar dijauhkan dari virus.
Menurut laporan setempat, kuil dewi corona ini didirikan oleh warga desa secara mandiri dengan dana yang mereka kumpulkan.
“Warga desa secara kolektif mendirikan kuil dengan keyakinan bahwa berdoa kepada dewa pasti akan memberikan kelegaan bagi orang yang menderita Covid-19,” kata salah satu warga.
Namun belakangan, kuil ini justru menjadi kekhawatiran baru karena pengunjung terus berkerumun di dalam kuil untuk berdoa dan menerima prasad dari pendeta.
Ketika foto dan video kuil viral, banyak yang menunjukkan bahwa India memiliki tradisi yang kental dalam mempersembahkan doa kepada dewa untuk mencari perlindungan dari penyakit.
Warganet lain bergurau bahwa alih-alih menawarkan prasad, kuil seharusnya memulai program vaksinasi di tempat.
Terbaru, kuil yang meresahkan karena menimbulkan kerumunan itu dibongkar pada Jumat malam. Warga menuduh polisi sebagai dalang peristiwa ini namun dibantah dengan tegas.
India Today melaporkan bahwa kuil itu dibangun di situs yang disengketakan dan salah satu pihak yang terlibat dalam perselisihan itu menghancurkannya.
Penduduk desa mengatakan kuil itu dibangun lima hari lalu oleh Lokesh Kumar Srivastava dengan bantuan sumbangan dari warga setempat.
Baca Juga: India Catat Kasus Covid-19 Terendah dalam 71 Hari
Dia memasang idola "corona mata". Radhey Shyam Verma dari desa itu ditunjuk sebagai imamnya, setelah itu orang-orang mulai berdoa di sana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
Terkini
-
Brimob dan Tim Perintis Gerebek Balap Liar di Taman Mini, Remaja dan Motor Bodong Diamankan
-
Meski Hirup Udara Bebas, 3 Legislator NTB Tetap Dihantui Status Terdakwa Gratifikasi
-
Iran Blokir Kiriman Senjata AS di Selat Hormuz, Pendapatan Negara Diprediksi Meroket
-
Stasiun Tugu dan Lempuyangan Membeludak, Okupansi KA Daop 6 Melejit di Libur Kenaikan Yesus Kristus
-
Jejak Heri Black dalam Skandal Bea Cukai: KPK Incar Keterangan Sang Pengusaha Usai Geledah Rumahnya
-
Gosip Panas! Isi Chat Mesra Emmanuel Macron ke Aktris Iran Berujung Ditampar Istri
-
Sebut AS Siap Akhiri Perang, Rusia Kasih Syarat: Pasukan Ukraina Angkat Kaki dari Donbas
-
Peneliti Temukan Hubungan Krisis Iklim dan Konflik Bersenjata Lebih Kompleks dari Dugaan
-
Kawal Ibadah Kenaikan Yesus Kristus, Polda Metro Jaya Jaga Ketat 860 Gereja Hari Ini
-
Gaji Hakim Indonesia Tertinggi di ASEAN? Ini Perbandingannya dengan Malaysia dan Singapura