Suara.com - Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran berpesan kepada warga menjaga diri dan keluarga lantaran kasus penyebaran Covid-19 di Jakarta belakangan ini sedang melonjak. Bahkan, Kapolda menganggap jika situasi Jakarta sedang tidak baik karena lonjakan kasus Covid-19 itu.
"Saya titip salam kepada teman-teman wartawan sampaikan kepada masyarakat, Jakarta sedang tidak baik-baik saja, angka COVID-19 terus naik, BOR (Bed Ocupancy Rate) terus naik, jumlah orang yang masuk rumah sakit makin meningkat," kata Fadil di Mapolda Metro Jaya, Kamis (17/6/2021).
Dia juga berpesan kepada masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan demi kesehatan dan keselamatan diri sendiri serta orang-orang terdekat.
"Mari jaga diri, jaga keluarga, supaya taat prokes, supaya kita cepat keluar dari persoalan pandemi ini," katanya.
Keterisian tempat tidur rumah sakit (BOR) untuk pasien COVID hingga saat ini di DKI Jakarta hampir penuh, menyusul lonjakan kasus virus asal Wuhan China itu di Ibu Kota dalam beberapa pekan terakhir.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta sebelumnya menyampaikan bahwa ketersediaan tempat tidur isolasi di Jakarta saat ini sudah mencapai 78 persen. Kini DKI hanya memiliki sisa kapasitas tempat tidur sebesar 22 persen dari yang telah disediakan.
"BOR kita juga naik signifikan per 14 Juni, kapasitas tempat tidur isolasi sebanyak 7.341 terisi 5.752 atau sudah menyentuh 78 persen hanya dalam dua minggu dan ICU sebesar 1.086 terisi 773 atau 71 persen," ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti.
Widyastuti menyebut keterisian tempat tidur isolasi tersebut 25 persennya diisi oleh warga luar DKI Jakarta. Karena itu harus ada langkah antisipasi untuk menekan jumlah pasien COVID.
Baca Juga: Kasus Covid Meroket Akibat Mudik, Epidemiolog: Lonjakan Ini Harus Disebut Kebobolan
Berita Terkait
-
Duh! Bukannya Berkurang, Desa Berstatus Zona Merah di Kudus Malah Bertambah
-
Kasus Covid-19 Melonjak, Ganjar Pranowo Tambah Tempat Isolasi Terpusat
-
Kasus Covid Meroket Akibat Mudik, Epidemiolog: Lonjakan Ini Harus Disebut Kebobolan
-
Kasus Covid-19 Semakin Meluas ke Desa, Tiga Pemdes di Sukoharjo Ini Lockdown
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Budisatrio Djiwandono Siap Hadirkan Para Dubes untuk Simak Sinergi Karang Taruna - Sekolah Rakyat
-
Dituding Lamban oleh DPR, KNKT Bongkar Alasan Investigasi Kereta Bekasi Tak Kunjung Usai
-
Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Minta Pemda Perkuat UP2K dan Berdayakan Lansia
-
Jakarta-Kelantan Sepakat Perkuat Kerja Sama, Penerbangan Langsung Dimulai 16 Juni
-
Jaksa Tuntut Nadiem Bayar Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun
-
Bongkar Modus Birokrat 'Kickback' Perizinan, Prabowo Mau Efisiensi Izin 2 Tahun jadi 2 Minggu
-
Selain Dituntut 18 Tahun, Nadiem Dibebani Denda Rp 1 Miliar dan Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun!
-
Selain 18 Tahun Bui, Nadiem Dituntut Bayar Rp4,8 T: Tak Bayar Tambah 9 Tahun
-
Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998
-
Prabowo Murka! Bunga Pinjaman Orang Miskin 24 Persen, Pengusaha Besar Cuma 9 Persen