Suara.com - Sebuah video yang memperlihatkan aksi pria merekam seorang nenek yang datang ke restoran untuk meminta tolong dimasakkan mi instan viral di media sosial.
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial Tiktok, tampak seorang nenek sedang duduk di sebuah restoran.
Berdasarkan keterangan yang ditulis oleh pemilik akun Tiktok, nenek tersebut datang sambil membawa mi instan dan telur mentah untuk dimasak di restoran tersebut.
Minta tolong pada pelayan restoran
Nenek tersebut meminta tolong pada salah seorang pelayan di restoran itudan memberikan uang sebesar Rp. 2000 sebagai biaya memasak mi instan.
"Tiba-tiba datang seorang nenek membawa sebungkus mi instan dan telur, dia meminta tolong pada pelayan untuk dimasakkan mi dan telur tersebut," tulis pemilik akun Tiktok dalam videonya seperti dikutip suara.com, Rabu (23/6/2021).
Berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam video, nenek tersebut memberikan uang pada pelayan restoran sebagai imbalan telah memasak mi instan untuknya.
"Kemudian nenek ini mengambil uang Rp. 2000 dari bekas botol minum yang ia pegang. Uang Rp. 2000 itu diberikannya pada pelayan sebagai bayaran telah dimasakkan supermi dan telur tadi," sambungnya.
Diberi nasi ayam gratis
Baca Juga: Duh! Penumpang Ini Pamer Foto Injak Kursi KRL, Warganet Ngamuk
Pria yang merekam video tersebut lantas memanggil salah satu pelayan restoran. Ia memesan satu bungkus nasi ayam untuk diberikan pada si nenek.
Ia pun meminta sang pelayan untuk menyerahkan nasi ayam itu serta mengembalikan uang Rp. 2000 milik si nenek yang telah dibayarkan. Meskipun begitu, nenek tersebut tetap memaksa untuk membayarkan uang itu.
"Kalau gitu tolong dibungkusin nasi kotak pakai ayam, berikan ke nenek itu yah, nanti masukkan di nota saya," ujar pria itu pada pelayan restoran.
Reaksi warganet
Melihat video tersebut, para warganet lantas menuliskan beragam komentar. Sebagian besar dari mereka merasa iba terhadap sang nenek. Mereka juga tersentuh atas kebaikan hati pria yang memberi makanan gratis pada nenek itu.
"Terima kasih sudah berbagi rezeki bang," tulis salah seorang warganet.
Berita Terkait
-
Transaksi Uang Elektronik di Aceh Capai Rp 154 Miliar
-
Rumah Lenyap, Nenek di Bogor Kena Tipu Mafia Tanah Rp 9 Miliar
-
Viral Curhatan Warganet, Berujung Makan Kangkung Setiap Hari Gegara Hal Ini
-
Viral Pria Ngamuk Ketahuan Curi Listrik, Ancam Petugas PLN Pakai Parang
-
Tak Disangka, Air Rebusan Mi Instan Bisa Bikin Tanaman Subur
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
Terkini
-
PP Muhammadiyah Tegaskan Laporan Terhadap Pandji Pragiwaksono Bukan Sikap Resmi Organisasi
-
Cegah 'Superflu' Sekarang! Dinkes DKI Ajak Warga Jakarta Kembali Perketat Cuci Tangan dan Masker
-
Tangis Staf Keuangan Pecah di Sidang MK: Melawan 'Pasal Jebakan' Atasan dalam KUHP Baru
-
Tragedi Maut KLM Putri Sakinah, Nakhoda dan ABK Resmi Jadi Tersangka Tewasnya 4 WNA
-
PDIP Gelar HUT ke-53 dan Rakernas di Ancol, Tegaskan Posisi sebagai Partai Penyeimbang
-
PDIP Kecam Pelaporan Terhadap Pandji ke Polisi: Bentuk Intimidasi dan Pembungkaman Suara Rakyat
-
KPK Periksa Eks Kajari Bekasi Kasus Suap Ijon Proyek Bupati Ade Kuswara
-
MBG Kembali Digulirkan, Ini Catatan Kritis JPPI Soal Arah Pendidikan
-
Gubernur Pramono Targetkan PAM Jaya IPO di 2027 dan Layani 100 Persen Warga pada 2029
-
Polda Hentikan Penyelidikan Kematian Diplomat Arya Daru, Keluarga Protes Alasan Polisi