Suara.com - Tenda darurat yang didirikan di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi membludak dipenuhi pasien Covid-19 meski baru dua hari didirikan.
Saking penuhnya tenda tersebut, para pasien Covid-19 sampai tergeletak di jalanan halaman rumah sakit hingga dirawat di atas mobil pikap.
Penampakan penuhnya tenda darurat RSUD Kota Bekasi tersebut diunggah oleh salah satu akun Instagram.
Dalam video tersebut, tampak tenda darurat berlogo Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang didirikan di depan gedung rumah sakit dipenuhi pasien.
Beberapa pasien tampak tergeletak di pinggir jalan dekat tenda. Hanya dengan beralaskan tikar bambu, pasien tampak tertidur lemas menggunakan selang infus di tangan.
Tak jauh dari tempat pasien tergeletak di jalan, ada mobil pikap berwarna putih yang terparkir.
Seorang pasien tampak tergeletak di mobil pikap tersebut. Seorang petugas medis menggunakan hazmat lengkap terlihat sedang memeriksa kondisi pasien yang berada di atas mobil pikap itu.
Sementara itu, beberapa petugas medis berhazmat juga tampak sibuk hilir mudik membantu pasien Covid-19 lainnya yang terus berdatangan.
Video penampakan membludaknya pasien Covid-19 di RSUD KOta Bekasi itu langsung viral dan menjadi sorotan publik.
Baca Juga: Viral! Nakes Meninggal Dunia karena Covid-19 Saat Hamil, Suaminya Tak Kuasa Tahan Sedih
Direktur Utama RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Kusnanto Saidi menjelaskan, tenda darurat didirikan untuk triase pasien sebelum dilakukan tindakan selanjutnya.
Sejak Kamis (24/6/2021), dari total 30 tempat tidur yang disediakan, keseluruhannya sudah terpakai.
"Hari ini kita baru pasang tenda di hari kedua, begitu pasang tenda malam, paginya sudah penuh dengan 30 bed pasien yang kita sediakan dan tenda ini adalah sebagai triase," kata Kusnanto.
Kusnanto menjelaskan, sebelum adanya tindakan perawatan, pasien akan dilakukan pengecekan dengan melakukan te swab antigen.
"Selama ini triase ada di dalam IGD. Triase ini adalah fungsinya untuk mengurai apakah pasien ini terindikasi COVID-19 atau tidak," katanya.
Jika hasilnya positif COVID-19, lanjut Kusnanto, pasien akan dimasukan ke dalam ruangan IGD yang sudah dikhususkan sebagai ruang inap pasien COVID-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Gedung Kedubes AS Diguncang Protes, Massa Buruh: Jangan Sampai Indonesia Jadi Sasaran Berikutnya
-
Peta Aceh Harus Digambar Ulang, Desa-Dusun di 7 Kabupaten Hilang Diterjang Bencana
-
Korupsi Mukena dan Sarung Bikin Negara Rugi Rp1,7 M, Pejabat-Anggota DPRD Diseret ke Meja Hijau
-
Ada Menteri Kena Tegur Prabowo di Retret Hambalang?
-
Geger Video Mesum Pasangan Misterius di Pos Polisi Tulungagung, Pelaku Diburu
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Ogah Bicara soal Dugaan Kasih Duit ke Kajari
-
Indonesia Dinominasikan Jadi Presiden Dewan HAM PBB, Apa Syarat Kriterianya?
-
Mendagri Dorong Percepatan Pendataan Rumah Rusak Pascabencana Sumatra
-
KPK 'Korek' Ketum Hiswana Migas di Pusaran Korupsi Digitalisasi SPBU Pertamina
-
Kejar Target Sebelum Ramadan, Satgas Galapana DPR RI Desak Sinkronisasi Data Huntara di Aceh