Suara.com - Pasangan dokter di Ekuador rela menunda pernikahan demi merawat pasien Covid-19. Kisah mereka menggetarkan hati banyak orang karena perjuangannya yang sangat berat.
Menyadur Kokomo Tribune Sabtu (26/06) pasangan bernama David Vallejo dan Mavelin Bonilla ini memilih untuk menyelamatkan banyak nyawa ketika Covid-19 menyerang negaranya tahun lalu.
Hingga tiba pada waktu yang sebelumnya mereka tetapkan sebagai hari pernikahan, sepasang dokter muda ini mengunggah foto memakai APD lengkap dan berpose seolah sedang berciuman.
Mereka membawa kertas besar bertuliskan "Hari ini akan menjadi hari pernikahan kami, tetapi sebaliknya ..."
Keduanya berencana mengikat janji suci pada 23 Mei 2020, namun akhirnya sepakat untuk menundanya dan mengutamakan merawat pasien yang sedang berjuang untuk hidup.
Dalam unggahan kedua, mereka menunjukkan kertas berisi pesan yang tak kalah menyentuh. "Kami bekerja untuk Anda. HATI-HATI! Jangan lengah."
Tak lama setelah video itu diunggah, Vallejo terinfeksi virus corona hingga kondisinya kritis. Ia dirawat dalam ruang perawatan intensif sedangkan kekasihnya, Bonilla hanya mengalami gejala ringan.
Peluang hidup Vallejo hanya sekitar 10 persen dan itu membuat Bonilla hancur. "Itu benar-benar mimpi, bagiku meninggalkan rumah dengan pakaian putih dan menikahi David. Itu adalah kerinduanku, mimpiku."
Kondisi Vallejo semakin memburuk dan dia diberitahu akan diintubasi selama tujuh hari untuk menyelamatkan hidupnya. "Saya tidak pernah merasa lebih takut," kenangnya.
Baca Juga: Larangan Berkumpul Diperpanjang, Warga Makin Pilih Tunda Pernikahan
Dia meminta pena dan kertas dan menulis: "Saya Doc David, memiliki keinginan kuat untuk menjalani hidup, memenuhi impian saya. Menikah, membangun keluarga, dan bepergian ke Spanyol untuk belajar spesialisasi."
Dia juga mengucapkan terima kasih pada rekan-rekannya atas upaya mereka untuk menyelamatkan nyawanya. Setelah itu Vallejo kehilangan kesadaran hingga 17 hari.
Setelah melewati masa-masa yang menegangkan, pasangan ini bisa bernapas lega karena keduanya kembali bersama dan merencanakan ulang pernikahan mereka.
Pernikahan impian mereka adalah acara kecil, hanya dengan anggota keluarga terdekat. Pada awal Juli, mereka berencana untuk melakukan perjalanan ke Spanyol untuk mempelajari spesialisasi medis.
"Bahkan sebelum ini, saya selalu berpikir Anda harus menghargai hal-hal kecil, momen-momen kecil yang dibagikan," kata Vallejo. "Sekarang saya percaya ini lebih dari sebelumnya. Berjalan-jalan sambil memegang tangannya adalah saat yang tepat bagi saya."
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 5 Sepeda Lipat Kalcer Termurah, Model Stylish Harga Terjangkau
Pilihan
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
Terkini
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Korban Penganiayaan di Cengkareng Kini Dilaporkan Balik Pelaku
-
Pemerintah Kucurkan Dana Tunggu Hunian Rp600 Ribu Per Bulan, Pembangunan Huntap Capai 15.719 Unit
-
Sengketa Lahan Bendungan Jenelata di Gowa, BAM DPR Desak Penyelesaian yang Adil bagi Warga
-
Suara.com dan PLN Kupas Tuntas Kendaraan Listrik di Jabar, Ini Fakta Terbarunya
-
500 Titik Bazar Murah Jakarta, Strategi Pasar Jaya Kendalikan Harga Pangan Jelang Ramadan
-
Kemensos Akan Bagikan Jadup Rp450 Ribu per Bulan untuk Korban Banjir Sumatra Pekan Ini
-
PDIP Dukung Pernyataan Dasco: Pemimpin Harus Cetak Keberhasilan Sebelum Pikirkan Periode Kedua
-
Mendagri Instruksikan Percepatan Pemindahan Pengungsi Bencana Sumatra ke Hunian Layak
-
Usut Kasus Sudewo, KPK Cecar Ketua Kadin Surakarta Soal Proses Lelang Proyek DJKA Jatim
-
IPK Indonesia Anjlok ke Skor 34, Hasto PDIP: Penegak Hukum Jangan Jadi Alat Kekuasaan