Suara.com - Melonjaknya kasus Covid-19 mengakibatkan rumah sakit di kawasan Jabodetabek mendadak penuh dengan pasien yang terpapar virus asal China itu. Berdasarkan catatan relawan LaporCovid-19, ada 11 pasien Covid-19 meninggal dunia saat mengantre untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Membludaknya pasien Covid-19 di sejumlah RS, LaporCovid-19 hari ini secara resmi menutup layanan untuk membatu warga mendapatkan rumah sakit.
LaporCovid-19, menyebutkan penghentian itu karena dalam beberapa waktu terakhir ini, semenjak angka Covid-19 meningkat signifika, banyak layanan fasilitas kesehatan (faskes) penuh.
Setidaknya mulai dari tanggal 14-30 Juni 2021, tim relawan LaporCovid-19 telah menerima 101 laporan dari warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.
“Yang meminta bantuan untuk mencarikan rumah sakit (RS), ruang isolasi, dan ruang rawat intensif seperti Neonatal Intensive Care Unit (NICU), Intensive Care Unit (ICU), atau High Flow Nasal Cannula (HNFC), sebagian di antaranya membutuhkan ventilator dan oksigen,” kata Amanda Tan, salah satu tim Relawan LaporCovid-19, lewat keterangan tertulisnya, Kamis (1/7/2021).
Dari keseluruhan orang itu merupakan pasien Covid-19 dengan gejala ringan hingga berat, yang sebelumnya menjalani isolasi mandiri. Laporan itu sendiri paling banyak berasal dari wilayah Jabodetabek. Karena kesulitan untuk mendapatkan pertolongan medis, ada sebagian pasien dilaporkan meninggal dunia.
“Sebanyak 11 pasien meninggal saat menunggu perawatan karena penuhnya rumah sakit,” ujar Amanda.
Melihat pelonjakan angka Covid-19 yang menyebabkan penuhnya sejumlah rumah sakit rujukan, LaporCovid-19 mendesak Presiden Joko Widodo untuk memberlakukan Lockdown.
“Presiden Joko Widodo harus memprioritaskan kesehatan masyarakat dan menimbang pendapat ahli kesehatan dalam membuat kebijakan berbasis data dan kemanusiaan. Pemerintah segera mengambil langkah luar biasa darurat dengan memberlakukan lockdown di seluruh Jawa-Bali dan wilayah terdampak lainnya untuk menekan laju penularan Covid-19,” ujar Amanda.
Baca Juga: Duh! Sempat Jadi Klaster, 47 ODGJ di Kota Semarang Terpapar Covid-19
“Disertai peningkatan 3T dan transparansi data agar pemahaman masyarakat terbangun dengan baik. Pemberlakuan lockdown juga disertai edukasi yangmasif, dan pemberian bantuan kebutuhan dasar kepada masyarakat terdampak. Tanpa ada penghentian mobilitas, faskes tidak akan sanggup menampung lonjakan pasien,” sambungnya.
Di samping itu, pemerintah juga harus memberikan perlindungan kepada tenaga kesehatan, baik perlindungan kesehatan maupun insentif untuk mendukung tugas mereka merawat pasien Covid-19. Kemudian, terkait kebutuhan oksigen, LaporCovid-19 juga meminta pemerintah mengambil langkah yang konkret.
“Realisasikan percepatan produksi dan distribusi oksigen untuk mencegah perburukan pada pasien Covid-19 yang mengalami sesak nafas atau penurunan saturasi oksigen,” ujar Amanda.
Berita Terkait
-
Viral Curhatan Nakes di Kota Batu, Disuruh Kerja Meski Ada yang Terpapar Covid-19
-
Banyak RS Penuh: LaporCovid-19 Tutup Layanan Bantuan, Minta Jokowi Terapkan Lockdown
-
Ya Allah Mohon Doa Banget, Kondisi Jane Shalimar Makin Kritis, Alami Pneumonia Berat
-
Aman Engga Sih Investasi di tengah Situasi Pandemi Covid-19?
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- 7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Polisi Amankan 101 Orang yang Diduga Berniat Membuat Kerusuhan pada May Day 2026
-
Apa Itu Outsourcing? Ini Bedanya dengan Pekerja Kontrak, Dianggap Sama Padahal Beda Nasib
-
Cuaca Ekstrem Terjang Bogor, Satu Warga Tewas Tertimpa Pohon dan Puluhan Terdampak Banjir
-
Kejanggalan Sidang Andrie Yunus: Kelompok Sipil Endus Motif Lain di Balik Kasus Air Keras
-
BNI Kawal Generasi Emas Baru, Tim Uber Indonesia Melaju ke Semifinal
-
Prabowo Akan Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk
-
Ekonomi Aceh Tamiang Mulai Bangkit, Aktivitas Pasar Kembali Ramai
-
May Day di DPR Kondusif: Massa Gebrak dan Kasbi Bubar Jalan, Pasukan Oranye Sisir Sampah Sisa Aksi
-
Singgung Aparat Belum Paham KUHAP Baru! Habiburokhman Siap Jadi Penjamin Aktivis Buruh yang Ditahan
-
Tempati Huntara, Warga Lubuk Sidup Kembali Menata Harapan dan Kehidupan Pasca Bencana