Suara.com - Presiden Jokowi baru-baru ini menyita perhatian dalam dua kali kemunculannya di depan publik. Ada hal menarik yang menjadi pembahasan di kalangan warganet yaitu baju batik yang dikenakan Presiden Jokowi dalam dua kesempatan tersebut bermotif sama.
Pertama, saat ia menanggapi kritik BEM UI yang menyebut dirinya sebagai 'King of Lip Service' pada tanggal 29 Juni lalu. Dan yang kedua saat ia menyampaikan pengumuman soal PPKM darurat pada tanggal 1 Juli 2021.
Dalam dua kesempatan tersebut, Presiden Jokowi terlihat mengenakan baju yang warna serta motifnya sama yaitu batik biru bermotif burung emas dan bunga.
Hal itu ternyata menjadi sorotan publik. Salah satu akun Twitter bahkan mengunggah cuitan yang membahas soal kesamaan baju batik yang dipakai Presiden Jokowi dalam dua pidato tersebut.
"Baju ini dipakai pak presiden tgl 29 juni 2021 saat menanggapi BEM UI, Baju ini juga yang dipakai pak presiden mengumumkan PPKM darurat yg disiarkan tgl 1 Juli 2021," tulis akun Twitter tersebut, Kamis (1/7/2021).
Warganet tersebut lantas menuliskan cuitan yang kedua yang mempertanyakan mengapa Presiden baru mengumumkan pada tangal 1 Juli, jika sudah diputuskan pada tanggal 29 Juni.
"Kalau dah ada keputusan tgl 29 juni, kenapa harus tunda tanggal 1 juli baru diumumkan?" tulis warganet tersebut.
Warganet lain pun tak ketinggalan meramaikan cuitan tersebut dengan beragam komentar yang lucu dan menghibur. Mereka menebak-nebak apa yang terjadi sehingga Presiden Jokowi memakai batik yang sama dalam dua kesempatan berbeda.
"Pak Jokowi suka batiknya," tulis salah seorang warganet.
Baca Juga: PPKM Belum Cukup, Mardani Sebut Jokowi Harus Bisa Jadi Teladan Masyarakatt
"Laundrynya cepet fast track, btw desainnya bagus yaak," tulis warganet lain.
"Laundry istana canggih mesinnya cepet kering," tulis salah satu warganet.
"Anak kos can relate. Dianginkan saja ga usah dicuci pakai Senin, Selasa dianginkan, Rabu pakai lagi," tulis warganet lain.
"Sekali rekam buat 2 event dengan 2 waktu yang berbeda gimana ini EOnya.." sahut warganet lain.
Berita Terkait
-
Pandemi Belum Usai, Kemensos Terapkan WFO 10%
-
Jokowi Umumkan PPKM Darurat 2 Pekan, Target Kasus Covid-19 Turun di Bawah 10 Ribu per Hari
-
PPKM Darurat Mulai Berlaku Akhir Pekan, Gus Muhaimin: Harus Optimal!
-
Ngaku Belajar Akhlak dari Jokowi, Addie MS: Aku Bersamamu
-
PPKM Belum Cukup, Mardani Sebut Jokowi Harus Bisa Jadi Teladan Masyarakatt
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Perang Rusia-Ukraina Masuk Tahun Keempat, PBB Desak Gencatan Senjata Segera
-
Fakta Baru! Pegawai Rental yang Aniaya Petugas SPBU Ternyata Positif Sabu dan Ganja
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!