Suara.com - Satuan Tugas atau Satgas Penanganan Covid-19 menilai kesadaran masyarakat dalam memakai masker maupun mencuci tangan makin terus membaik. Meski begitu, kini masih menjadi persoalan yaitu kesadaran masyarakat dalam menghindari kerumunan atau melakukan jaga jarak.
"Masih jadi masalah adalah kerumunan yang agak susah diatasi," kata Anggota Tim Pakar Perubahan Perilaku Satgas Penanggulangan Covid-19, Riant Nugroho dalam diskusi daring, Sabtu (3/7/2021).
Riant pun tak dapat menghindari bahwa kegiatan masyarakat dalam beraktifitas pasti menimbulkan kerumunan. Salah satu yang paling mendasar, yakni ketika bepergian dengan menggunakan transportasi publik.
"Jaga jarak ini yang dalam kondisi tertentu. Tapi ketika masuk dalam sebuah bus umum, MRT, apalagi angkot berdesak-desakkan. Ini paling berat," ujar Riant.
Maka itu, Riant pun mengajak masyarakat untuk dapat membatasi kegiatan. Apalagi sudah diterapkan PPKM Darurat. Dengan tujuan, agar sementara waktu tak ada lagi kerumunan masyarakat dalam mencegah penyebaran covid-19.
"Dibalik itu kami melatih masyarakat untuk memiliki kemampuan sadar resiko, ini yang pelan-pelan kami coba," imbuhnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang juga Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali memprediksi kasus Covid-19 tetap akan naik selama PPKM Darurat berlangsung.
PPKM Darurat sendiri berlaku nulai hari ini hingga 20 Juli 2021 atau selama dua pekan. Meski ada pengetatan, namun Luhut tidak dapat memungkiri penyebaran virus akan terus terjadi.
"Angkanya terus naik dan ini 10 hari ke depan menurut hemat saya mungkin 2 minggu ini juga terus bisa naik," kata Luhut dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Kemenkes RI, Sabtu (3/7).
Baca Juga: Wanti-Wanti Penjual Obat Harga Tinggi, Luhut: Gak Ada Urusan Backing-Backing
Itu disampaikan Luhut karena melihat masa inkubasi Covid-19 varian baru masih terus berjalan. Sehingga ia menyebut 2 minggu ke depan masih dalam kondisi kritis.
Terkait hal tersebut, Luhut tidak ingin ada sejumlah pihak yang malah menghilangkan empatinya. Seperti halnya menaikkan harga obat Covid-19, harga oksigen atau bahkan membuat berita bohong alias hoaks.
Luhut juga tidak segan bakal menindak orang-orang yang tidak bertanggung jawab tersebut. Ia sudah menggandeng Bareskrim Polri dan Kejaksaan Agung untuk menangkap pihak-pihak yang malah mencari keuntungan di tengah masa krisis tersebut.
"Kami ngurus oksigen saja sudah pusing karena jumlahnya meningkat sampai 6-7 kali jadi jangan ditambah lagi persoalan-persoalan yang tidak perlu atau mengambil keuntungan dari keadaan ini," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur
-
Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres
-
'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel
-
Duduk Perkara Kakek Mujiran Dipenjara Gegara Laporan PTPN I, BP BUMN Bereaksi
-
Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan
-
Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks
-
Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia