Suara.com - Pihak berwenang Rusia menemukan puing-puing pesawat Antonov AN-26 yang hilang kontak pada Senin (5/7/2021). Seluruh penumpang dan awak dikhawatirkan tewas.
Menyadur Euro News, Rabu (7/7/2021) sebuah pesawat yang membawa 28 orang tersebut hilang kontak di Far East pada Senin (5/7).
Pihak berwenang mengatakan mereka telah menemukan puing-puing pesawat yang hilang pada hari Selasa (6/7) sekitar 5 km dari bandara lokasi mereka akan mendarat.
Pesawat Antonov AN-26 rancangan Soviet tersebut membawa 22 penumpang dan enam awak. Menurut media Rusia, diperkirakan tidak ada yang selamat dari kecelakaan itu. Termasuk kepala daerah Palana, Olga Mokhireva.
"Penyelamat telah menemukan puing-puing pesawat, pekerjaan mereka dipersulit oleh geografi medan," kata badan transportasi udara Rusia Rosaviatsia dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke AFP.
Rosaviatsia menjelaskan puing-puing tersebut ditemukan pada pukul 21.06 waktu setempat, di dekat pantai Laut Okhotsk. Sekitar tiga puluh penyelamat kini berada di lokasi kecelakaan.
"Satu bagian dari badan pesawat ditemukan di pantai, yang lain mengapung di air," kata Gubernur Kamtachtka Vladimir Solodov.
Investigasi kriminal telah dilakukan atas insiden tersebut.
Kantor kejaksaan transportasi regional mengatakan kepada AFP bahwa pesawat itu terbang dari ibukota regional Petropavlovsk-Kamchatski ke kota Palana ketika hilang kontak.
Baca Juga: Pesawat AN-26 Rusia Hilang Kontak, Ada Kepala Daerah di Dalamnya
Pesawat turboprop bermesin ganda tersebut seharusnya mendarat di landasan pacu kota Palana, tetapi, menurut Kementerian Situasi Darurat, pesawat itu jatuh beberapa kilometer dari bandara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kapolri Bakal Lakukan Revisi Perkap Hingga Perpol Usai Terbitnya Rekomendasi KPRP
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas
-
3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar
-
Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat
-
Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS
-
Resmi! Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Siap Pilih Ketum PBNU dan Rais Aam
-
Listyo Sigit Buka Suara soal Rekomendasi Calon Kapolri Harus Punya Sisa Masa Dinas 2-3 Tahun
-
Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Muncul di Dakwaan Korupsi, Menkeu: Tak Dinonaktifkan
-
Gus Ipul Bantah Tahan SK Jelang Muktamar PBNU: Itu Kabar Menyesatkan
-
Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam