News / Metropolitan
Rabu, 07 Juli 2021 | 14:40 WIB
CEK FAKTA 3 Ambulans Kosong Sengaja Ugal-ugalan dan Tabrak Mobil di Sukoharjo. (Turnbackhoax.id)

Selesai dari Grobogan jam 14.00 WIB, pihaknya diminta sudah harus sampai ke RSUD Kudus untuk memakamkan jenazah Covid-19 lainnya. Satrio menerangkan adanya jadwal pemakaman itu membuat pihaknya terburu-buru untuk tiba di RSUD Kudus.

Nahasnya, setiba di lokasi kejadian di Jalan Kudus-Purwodadi, turut Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan, ada truk yang hendak menyeberang. Hal ini membuat rombongan ambulans paling depan berhenti mendadak. Akibatnya terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan empat kendaraan.

"Nah pulangnya kami keburu-buru, jam 13.30 WIB itu ada insiden, di lokasi kejadian ada truk mau nyeberang tapi ragu-ragu dan berhenti mendadak. Di belakang truk itu ada mobil Pajero, di belakangnya ada Avanza, karena truk berhenti mendadak, Pajero, Avanza mendadak (berhenti) akhirnya nabrak. Jadi kami korban juga karena mereka berhenti mendadak," jelas Satrio.

Satrio menolak bila dikatakan tiga ambulans tersebut berkendara ugal-ugalan karena masih berada di jalurnya dan tidak keluar jalur. Sedangkan rotator yang hidup hanya kendaraan mobil jenazah saja yang berada di paling depan.

Alasan rotator mobil jenazah hidup meski tidak membawa jenazah dihidupkan karena untuk mengejar waktu guna mengambil jenazah Covid-19 lainnya yang berada di RSUD Kudus.

Ditegaskan oleh Satriyo, kejadian ini juga membuat pengemudi mobil jenazah RS Aisyiyah mengalami nyeri di dada akibat benturan. Kini, pengemudi tersebut dibawa oleh ambulans paling belakang untuk dilarikan ke RS Aisyiyah dan masih menjalani perawatan hingga saat ini.

Satriyo juga membantah kabar di media sosial bila disebutkan satu ambulans melarikan diri. Pasalnya, satu ambulans itu harus pergi karena membawa pengemudi mobil jenazah untuk dibawa ke RS Asiyiyah.

"Kasus itu sudah kami selesaikan di Polsek Undaan termasuk masalah ganti rugi juga sudah dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Bahkan pihak polisi pun tidak menyalahkan kami, karena kondisinya memang mendesak sehingga mobil jenazah menyalakan rotator meski tidak sedang membawa jenazah," kata Satriyo.

"Kami memang sangat menyesalkan beredarnya video di medsos itu yang tanpa melihat kronologi sebenarnya tetapi sudah mengunggahnya. Saya berharap kedepan tidak ada lagi kejadian seperti ini lagi. Karena kami hanya menjalankan tugas untuk mengantarkan jenazah yang terpapar Covid-19 ke pemakaman,” lanjutnya.

Baca Juga: CEK FAKTA: Lionel Messi Foto Pegang Seragam PDIP, Gabung ke Partai Politik?

KESIMPULAN

Dari penjelasan di atas, narasi adanya mobil ambulans kosong yang sengaja berkeliling menabrak mobil warga karena ugal-ugalan di Ngemplak tidak benar.

Narasi itu masuk dalam kategori konten yang menyesatkan atau misleading content.

Load More