Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik perwira TNI dan Polri di halaman depan Istana Merdeka, Selasa (13/7/2021) pagi ini. Dalam acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB itu, proses pelantikan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Upacara pelantikan ini juga disiarkan oleh akun Youtube Sekretariat Presiden. Dalam upacara itu juga diikuti secara virtual di Akmil, AAU, AAL dan Akpol.
Selain itu, pelantikan juga dihadiri Wakil Presiden Ma'ruf Amin, sejumlah menteri, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto hingga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Karena dalam situasi Covid-19, hanya penerima Adhi Makayasa saja yang hadir langsung dalam pelantikan tersebut.
Sebagai pembuka upacara, lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan. Kemudian,Kepala Negara memimpin pembacaan sumpah perwakilan perwira TNI dan Polri.
"Demi Allah saya bersumpah/demi Tuhan saya berjanji/ bahwa saya akan memenuhi kewajiban perwira dengan sebaik-sebaiknya terhadap bangsa Indonesia dan negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UU Negara Republik Indonesia Tahun 1945," berikut petikan sumpah yang dibacakan Jokowi.
Kepada mereka yang dilantik dalam upacara Prasetya Perwira, Jokowi berpesan jika perjalanan baru saja di mulai. Dalam hal ini, perjalanan menjadi perwira yang setia dan mengabdi kepada negara dan rakyat.
"Saya tahu untuk sampai pada tahap sekarang ini saudara-saudara telah melampaui prsoses selsksi yang kompetitif dan ketat juga telah melalui gemblengan yang sangat berat, bukan hnaya bertujuan untuk membentuk ketahanan mental kekuatan fisik serta kedsiplinan yang tinggi tapi juga sebagai wujud persatuan dan integrasi antara taruna akademi TNI dan akademi kepolisian," jelas Jokowi.
Berikut ini peraih Adhi Makayasa 2021 dari TNI-Polri:
- Septian Haryono Pasaribu. Adhi Makayasa dari Akademi Militer
- Always Giving Hamonangan Tiris. Adhi Makayasa dari Akademi Angkatan Laut
- Abdul Muis. Adhi Makayasa dari Akademi Angkatan Udara
- Hary Indradjati. Adhi Makayasa dari Akademi Kepolisian.
Baca Juga: Netizen Curiga Akun Medsos Jokowi Comot Gambar dari Media Turki, Ini Penjelasan Istana
Berita Terkait
-
Isu Menteri Pengkhianat Jokowi, Arief Poyuono Ngaku Sudah Kantongi Nama
-
Netizen Curiga Akun Medsos Jokowi Comot Gambar dari Media Turki, Ini Penjelasan Istana
-
Nah! Netizen Curiga, Akun Medsos Presiden Jokowi Diduga Curi Gambar dari Media Turki
-
Menteri Kabinet Jokowi Bocorkan PPKM Darurat Bakal Diperpanjang, Berapa Lama?
-
Presiden Jokowi Akan Bagikan Obat Gratis Bagi Pasien Covid-19 Isoman, Ini Syaratnya
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten
-
Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah
-
Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang
-
Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas
-
Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu
-
Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara
-
Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata