Suara.com - Polres Metro Bekasi menaikan status perkara kasus tewasnya remaja FA (13) yang tertabrak truk saat membuat konten video TikTok challenge 'Malaikat Maut' ke tahap penyidikan. Namun, penyidik belum menetapkan tersangka dalam kasus ini lantaran sang sopir belum ditemukan.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Metro Bekasi Kompol Argo Wiyono mengklaim pihaknya masih menelusuri identitas pemilik kendaraan dan sopir.
"Tapi kalau dari status hukumnya kita udah bisa tingkatkan ke penyidikan. Artinya pengemudi ini dari hasil gelar perkara memang cukup bukti melakukan pelanggaran," kata Argo kepada wartawan, Sabtu (17/7/2021).
Dalam perkara ini, sopir truk diduga melanggar Pasal 311 dan Pasal 312 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang karena kelalaiannya mengakibatkan orang meninggal dunia.
Sebab, dari hasil olah tempat kejadian perkara atau olah TKP penyidik menemukan bukti bahwa sang sopir tak berupaya meredam laju kendaraannya atau mengerem saat korban melakukan pengadangan. Padahal, kata Argo, ada jarak pandang sekitar 36 meter antara korban dan kendaraan yang dikemudikan sopir.
"Tidak ada berusaha hindar ke kanan atau kiri, tidak ada usaha untuk mengerem dan tidak dalam kondisi gelap hujan kabut. Jadi keyakinan penyidik bisa ditingkatkan ke tingkat penyidikan statusnya," bebernya.
Ingin Viral
FA sebelumnya tewas tertabrak truk saat membuat konten video challenge 'Malaikat Maut' di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Korban diduga terinspirasi dari aplikasi TikTok.
Argo ketika itu menuturkan peristiwa terjadi pada Minggu (10/7/2021) lalu. Selain FA ada korban lain yang kekinian tengah dirawat lantaran menderita luka parah.
Baca Juga: Polisi Gelar Perkara Kasus TikTok Challenge Malaikat Maut, Sopir Truk Bakal Tersangka?
"Jadi di TikTok itu ada challenge Malaikat Maut. Jadi mereka itu seolah-olah ditabrak habis itu minggir. Jadi bikin konten," ujar Argo.
Sebelum peristiwa ini terjadi, FA bersama teman-temannya ternyata telah membuat tujuh kali video challenge 'Malaikat Maut'. Saat membuat video kedelapan korban tertabrak dan terlindas hingga tewas usai mencoba menghadang truk.
"Video itu kan membahayakan. Kemarin pas yang kedelapan itu sopir-sopir mungkin sudah dengar nih ada kelompok-kelompok penghadang. Apakah itu emang sengaja atau dalam keadaan darurat makanya dia tidak ada mengerem," ungkap Argo.
Dari hasil penyelidikan sementara rombongan remaja yang melakukan video TikTok challenge 'Malaikat Maut' itu merupakan anak-anak punk dan jalanan. Mereka mengatasnamakan kelompoknya sebagai 'Rojali' alias rombongan jamaah liar.
"Rojali itu rombongan jamaah liar. Jadi mereka ini ada yang anak-anak punk, anak-anak jalanan," jelas Argo.
"Jadi kalau dari saksi-saksi itu niatnya hanya ingin viral supaya terkenal," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Polisi Gelar Perkara Kasus TikTok Challenge Malaikat Maut, Sopir Truk Bakal Tersangka?
-
Kasus TikTok Malaikat Maut: Anak Punk Mau Viral Berakhir Tewas, Sopir Truk Belum Tersangka
-
Remaja di Bekasi Bikin Konten TikTok Challenge Malaikat Maut, Tewas Terlindas Truk
-
Warga Bekasi Olahraga di Grand Wisata Tambun Dibubarkan
-
Pintu Masuk Bekasi Dipeketat Jelang PPKM Darurat Jawa-Bali, Penyekatan di Meikarta
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?