Suara.com - Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi mengungkapkan masih adanya beberapa daerah yang melanggar protokol kesehatan saat hari raya Idul Adha pada Selasa (20/7/2021) kemarin. Anak buah Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan ini menegaskan bahwa seluruh daerah sudah pasti memiliki resiko akan penyebaran Covid-19.
Jodi mengatakan kerumunan massa sempat terjadi di Bandung dan Ambon. Ia menyayangkan apabila masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan anjuran, baik dari pemerintah ataupun organisasi Islam yakni beribadah di rumah masing-masing.
"Masih ada beberapa kelompok masyarakat yang tidak menghiraukan surat edaran menteri agama tentang penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan salat Idul Adha dan pelaksanaan kurban, juga imbauan dari MUI serta organisasi keagamaan lainnya," kata Jodi dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Kominfo, Rabu (21/7/2021).
Jodi lantas mengajak kepada seluruh masyarakat untuk tidak mengambil resiko apabila masih ada cara yang lebih aman. Itu disampaikan Jodi sebab pengambilan resiko tersebut berpotensi meningkatkan penularan Covid-19 khususnya varian Delta dalam satu hingga dua pekan ke depan.
Ia mengingatkan bahwa tidak ada wilaya yang tanpa resiko penularan selama pandemi. Apalagi varian Delta disebutkannya menular jauh lebih cepat dari varian sebelumnya.
"Hanya ada resiko tinggi dan resiko rendah, tidak ada nol resiko. Jadi apapun yang kita lakukan terutama di luar rumah hanya meningkatkan atau menurunkan resiko penularan Covid-19 terhadap kita dan orang lain," tuturnya.
Karena itu Jodi mengajak seluruh masyarakat untuk bisa mengikuti anjuran protokol kesehatan selama PPKM Darurat dijalankan. Kalau tidak, rencana relaksasi yang dijanjikan Presiden Joko Widodo akan batal karena jumlah kasus yang meningkat lagi.
"Pada akhirnya banyak orang yang akan merugi karena tindakan melanggar panduan protokol kesehatan dan lalai bisa menunda upaya relaksasi yang direncanakan akan dilakukan pada 26 Juli mendatang," tuturnya.
"Beberapa orang yang berbuat, puluhan juta orang akan menanggung resikonya. mari kita camkan baik-baik kenyataan yang tidak menyenangkan ini."
Baca Juga: Adem! Ini Deretan Potret Cantik Istri Paul Pogba saat Berpakaian Islami
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
Pilihan
-
Percakapan Terakhir Ali Khamenei Sebelum Dibom Israel-AS Terungkap: Menolak Masuk Bunker
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
Terkini
-
Kuwait Tembak Jatuh 3 Pesawat Tempur F-15 Amerika Serikat
-
Wilayah Udara Timur Tengah Ditutup, Ditjen Imigrasi Berlakukan Izin Tinggal Terpaksa untuk WNA
-
Alarm Merah! 75 Ribu Pelajar di Bandung Terindikasi Gangguan Mental
-
Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi, Harap Negara Sahabat Kutuk Serangan AS
-
Percakapan Terakhir Ali Khamenei Sebelum Dibom Israel-AS Terungkap: Menolak Masuk Bunker
-
Guncang Dunia! AS-Israel Bombardir Lebih 2.000 Lokasi di Iran
-
MK Putuskan Penyakit Kronis Masuk Kategori Disabilitas, Kabar Baik Bagi Pejuang Autoimun dan Saraf
-
Bareskrim Bongkar Rantai Bandar Narkoba Ko Erwin: Charlie dan Arfan Dicokok, The Doctor Diburu
-
Dipanggil KPK untuk Kasus DJKA, Eks Menhub Budi Karya Absen Alasan Sakit
-
Dubes Iran Respons Niat Prabowo Jadi Juru Damai, Begini Katanya