Suara.com - Anggota Komisi IX DPR RI fraksi PDIP Rahmad Handoyo mengaku prihatin terkait munculnya poster seruan Aksi Nasional menolak PPKM yang tersebar di media sosial. Ia menduga seruan tersebut dibuat untuk kepentingan politik tertentu.
"Itu agenda yang sangat mengorbankan rakyat saya sangat prihatin saya sangat bersedih. Siapa pun mereka dengan segala tujuan agenda tertentu dengan kepentingan politik jangka pendek sempit untuk kepentingan untuk meraih suatu hal inkonstitusional dengan membenturkan rakyat," kata Handoyo kepada Suara.com, Jumat (23/7/2021).
Handoyo mengatakan, sejumlah pihak yang tertera namanya dalam poster seruan Aksi Nasional tersebut telah membantah terlibat. Menurutnya, hal itu membuat seruan aksi menjadi ganjil.
"Saya kira harus hati-hati kita harus jernih melihat situasi ini apakah itu ada yang bertanggung jawab apakah ada yang mengkoordinir," tuturnya.
Lebih lanjut, Handoyo pun mengingatkan oknum dibalik adanya seruan Aksi Nasional tersebut untuk melihat kondisi penyebaran covid di Tanah Air sedang memprihatinkan. Dimana keterisian rumah sakit banyak yang penuh hingga angka kematian terus cetak rekor.
"Ingat lah saudara ku yang membuat satu rencana dengan menunggangi dengan mengatasnamakan organisasi dengan organisasinya tidak tahu ingat lah rumah sakit saat ini sudah penuh ingatlah IGD sudah penuh bahkan masuk IGD antre bahkan saudara kita tidak mendapatkan IGD rumah sakit harus isolasi mandiri," tuturnya.
Handoyo kemudian menyarankan untuk mengubah seruan aksi tersebut ke arah tindakan yang positif dimana harus memerangi pandemi covid.
"Kekecewaan kita pahami orang yang terjebak di ekonomi ya kita pahami tetapi ayolah kita bersabar bergandengan tangan," tandasnya.
Seruan Aksi
Baca Juga: Bantah Dukung Ojol Demo Jokowi, Grab: Logo Kami Dicatut Pihak Tak Bertanggung Jawab!
Sebelumnya, Aliansi Ojol, Mahasiswa, Pedagang Kaki Lima (PKL) dan masyarakat lainnya berencana menggelar aksi unjuk rasa menolak kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Aksi bertajuk 'Seruan Aksi Nasional Jokowi End Game' dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (25/7/2021) besok. Hal itu diketahui berdasarkan poster tersebar di media sosial. Para peserta aksi rencananya akan long march dari Glodok, Jakarta Barat. Selanjutnya mereka berkumpul di Istana Negara.
Imbauan Polisi
Polda Metro Jaya mengimbau komunitas ojek online alias ojol, pedagang kaki lima, mahasiswa dan aliansi masyarakat lainnya tidak melakukan aksi unjuk rasa. Aksi tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan klaster baru penularan Covid-19 di Ibu Kota.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan situasi pendemi Covid-19 di Jakarta masih sangat mengkhawatirkan. Bahkan rumah sakit hingga kuburan kekinian hampir penuh.
"Lihat rumah sakit kuburan udah penuh. Apa mau diperpanjang lagi PPKM ini. Sementara masyarakat mengharapkan supaya bisa relaksasi," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat.
Berita Terkait
-
Muncul Ajakan Demo Tolak PPKM Besok, Polri: Sampaikan Lewat FGD Online
-
Bantah Dukung Ojol Demo Jokowi, Grab: Logo Kami Dicatut Pihak Tak Bertanggung Jawab!
-
ICW Bongkar Jejak Obat Covid Ivermectin: Dari Campur Tangan Moeldoko hingga Ribka PDIP
-
Muncul Aksi Tolak PPKM, Mardani: Tanda Pemerintah Gagal Edukasi Kebijakan ke Masyarakat
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Bus TransJakarta Hantam Tiang PJU di Kolong Tol Tanjung Barat, Satu Penumpang Terluka!
-
El Clasico Legenda Bakal Hadir di GBK, Pramono Anung: Persembahan Spesial 500 Tahun Jakarta
-
Jakarta Dikepung Banjir, Ini 5 Cara Pantau Kondisi Jalan dan Genangan Secara Real-Time
-
Superflu vs Flu Biasa: Perlu Panik atau Cukup Waspada?
-
BNI Pertegas Dukungan Sekolah Rakyat untuk Perluas Pemerataan Pendidikan Nasional
-
Tutup Rakernas I 2026, PDIP Umumkan 21 Rekomendasi Eksternal
-
Banjir Rendam Jakarta, Lebih dari Seribu Warga Terpaksa Mengungsi
-
Hujan Deras Rendam 59 RT di Jakarta, Banjir di Pejaten Timur Capai Satu Meter
-
Arahan Megawati ke Kader PDIP: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Data, Bukan Emosi
-
Sikap Politik PDIP: Megawati Deklarasikan Jadi 'Kekuatan Penyeimbang', Bukan Oposisi