News / Internasional
Rabu, 15 April 2026 | 21:21 WIB
Donald Trump resmi memerintahkan blokade laut Iran setelah negosiasi damai di Islamabad menemui jalan buntu. (Gemini AI)
Baca 10 detik
  • Negara-negara Eropa menyusun strategi pertahanan darurat untuk menjaga kedaulatan jika Amerika Serikat memutuskan keluar dari pakta NATO.
  • Inisiatif ini dipercepat karena ancaman Presiden Donald Trump yang mempertimbangkan penarikan diri akibat ketidakpuasan terhadap sekutu Eropa.
  • Eropa berupaya mencapai kemandirian militer melalui penguatan industri pertahanan serta peningkatan kapabilitas teknologi intelijen dan tempur secara mandiri.

Suara.com - Negara-negara di benua Eropa dilaporkan tengah menyusun strategi darurat guna menghadapi kemungkinan Amerika Serikat (AS) keluar dari pakta pertahanan NATO.

Laporan dari The Wall Street Journal mengungkapkan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk memastikan Eropa mampu melindungi kedaulatannya secara independen dengan tetap memanfaatkan struktur militer NATO yang telah ada.

Strategi ini semakin mendapatkan dukungan kuat setelah Jerman, yang selama ini menjadi pendukung utama kehadiran militer AS di kawasan tersebut, beralih haluan.

Rencana ini tidak dirancang sebagai kompetitor bagi Aliansi Atlantik Utara, melainkan sebagai "asuransi" jika Washington benar-benar menarik pasukannya atau menolak memberikan bantuan militer di masa depan.

Secara historis, Berlin memandang AS sebagai penjamin utama stabilitas keamanan Eropa. Namun, di bawah kepemimpinan Kanselir Friedrich Merz, keraguan terhadap reliabilitas AS sebagai sekutu mulai muncul, terutama di tengah kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump yang sulit diprediksi.

Situasi semakin memanas setelah sejumlah negara Eropa menolak membantu AS dalam operasi militer melawan Iran. Hal ini memicu ancaman serius dari Trump yang pada 1 April lalu menyatakan sedang mempertimbangkan secara serius untuk menarik diri dari NATO.

Trump dikabarkan kecewa karena sekutunya di Eropa menolak mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz, sehingga ia tidak lagi menganggap Eropa sebagai mitra yang dapat diandalkan.

Fakta-Fakta Kunci Inisiatif Pertahanan Eropa:

  • Pemicu Utama: Rencana ini sebenarnya sudah mulai dirancang sejak 2025, namun semakin dipercepat setelah munculnya ancaman Trump untuk mengambil alih wilayah Greenland.
  • Koalisi Sukarela: Inisiatif ini didukung oleh kekuatan besar seperti Inggris, Prancis, Polandia, Kanada, serta negara-negara Nordik sebagai bentuk "koalisi sukarela" dalam internal NATO.
  • Fokus Kemandirian: Para pendukung rencana ini mendorong diberlakukannya kembali wajib militer serta akselerasi produksi industri pertahanan di sektor-sektor yang selama ini sangat bergantung pada teknologi AS.
  • Prioritas Teknologi: Eropa menargetkan penguatan mandiri pada sektor perang anti-kapal selam, kapabilitas intelijen dan ruang angkasa, mobilitas udara, hingga sistem pengisian bahan bakar di udara.

Menuju Redefinisi Tanggung Jawab NATO

Baca Juga: Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

Meskipun secara ideal negara-negara Eropa tetap menginginkan AS berada dalam pakta pertahanan, laporan tersebut menegaskan bahwa mayoritas tanggung jawab keamanan kawasan kini mulai dialihkan ke tangan negara-negara Eropa sendiri.

Load More