Suara.com - Sebuah video memperlihatkan seorang pria yang kaget saat dirinya mendadak disidak oleh pemilik kosan.
Video tersebut beredar di media sosial. Video itu diunggah oleh akun Tiktok @callmeagree.
Dalam video tersebut, pria itu terlihat memperlihatkan momen dirinya didatangi oleh pemilik kosan.
Dirinya mengaku kaget saat ia didatangi oleh sang pemilik kos.
Padahal saat itu, pria tersebut mengaku sedang bekerja. Momen tersebut pun langsung ia abadikan.
Sosok pemilik kosan pun langsung menjadi sorotan publik.
Sosok Pemilik Kos
Dalam video tersebut, pemuda itu tampak memakai masker dan kaus berwarna hitam.
Tiba-tiba di belakang pemuda tersebut datang seorang pria yang memakai baju kemeja bermotif.
Baca Juga: Viral Pasien Covid-19 Diseret Paksa dan Dikeroyok di Tengah Jalan
Rupanya pria tersebut merupakan sang pemilik kosan.
Dirinya mengaku tidak menyangka sang pemilik kos menyidak kamarnya.
Padahal pemuda itu mengaku sedang bekerja di kamarnya.
"Lagi WFH, tetiba kamar disidak sama yang punya kosan," tulis akun tersebut, dikutip Suara.com.
Sosok pemilik kos itu pun menjadi sorotan. Ternyata, sosok pemilik kos yaitu Sandiaga Uno.
Dalam video tersebut, Sandiaga Uno terlihat memakai masker dan masuk ke dalam ruangan itu.
Dia pun terlihat bercanda dengan pemuda tersebut.
"Yang punya kosannya, Pak Menteri!" ujarnya.
Pemuda tersebut hanya tertawa ketika mengetahui ada sosok diduga Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno masuk ke dalam kosannya.
Komentar Warganet
Unggahan tersebut langsung menuai perhatian warganet. Mereka ikut menyoroti sosok pemilik kosan yang ternyata ialah Sandiaga Uno.
"Bilang aja dulu pilih no 2 pasti nggak apa-apa ngab nunggak juga," balas warganet.
"Bapak kosnya menteri ya, mantap," komentar warganet.
"Buset enak banget, cari loker tinggal nanya langsung," ujar warganet lain.
"Ini bayar kosnya transfer bulanan apa didatengin sama bapak kost dari pintu ke pintu, seru banget," timpal warganet lainnya.
"Bapak kosannya menteri," kata warganet lain.
Berita Terkait
-
Keluarga Pasien Covid-19 di Toba yang Viral Lapor Polisi
-
CEK FAKTA : Benarkah Demo 24 Juli 2021 di Jakarta Rusuh ?
-
Viral Oknum Polisi Dihukum Koprol Siang Bolong Buntut Hina Tukang Sapu Jalanan
-
CEK FAKTA: Viral Pasien Covid-19 Dikeroyok Orang Sekampung karena Ingin Isoman, Benarkah?
-
Antre Oksigen dari Pagi, Tangis Pria Pecah Usai Telepon Berdering: Sudah Terlambat...
Terpopuler
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 5 Sepeda Lipat Kalcer Termurah, Model Stylish Harga Terjangkau
Pilihan
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
Terkini
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Korban Penganiayaan di Cengkareng Kini Dilaporkan Balik Pelaku
-
Pemerintah Kucurkan Dana Tunggu Hunian Rp600 Ribu Per Bulan, Pembangunan Huntap Capai 15.719 Unit
-
Sengketa Lahan Bendungan Jenelata di Gowa, BAM DPR Desak Penyelesaian yang Adil bagi Warga
-
Suara.com dan PLN Kupas Tuntas Kendaraan Listrik di Jabar, Ini Fakta Terbarunya
-
500 Titik Bazar Murah Jakarta, Strategi Pasar Jaya Kendalikan Harga Pangan Jelang Ramadan
-
Kemensos Akan Bagikan Jadup Rp450 Ribu per Bulan untuk Korban Banjir Sumatra Pekan Ini
-
PDIP Dukung Pernyataan Dasco: Pemimpin Harus Cetak Keberhasilan Sebelum Pikirkan Periode Kedua
-
Mendagri Instruksikan Percepatan Pemindahan Pengungsi Bencana Sumatra ke Hunian Layak
-
Usut Kasus Sudewo, KPK Cecar Ketua Kadin Surakarta Soal Proses Lelang Proyek DJKA Jatim
-
IPK Indonesia Anjlok ke Skor 34, Hasto PDIP: Penegak Hukum Jangan Jadi Alat Kekuasaan