Suara.com - Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menilai tidak masalah jika PPKM Level 4 lanjutan dari PPKM Darurat dilonggarkan dengan pertimbangan ekonomi masyarakat yang semakin kritis akibat pandemi Covid-19.
Ia mengatakan pelonggaran yang akan dilakukan harus dibarengi komitmen pemerintah untuk memperkuat 3T (testing, tracing, dan treatment) serta mengakselerasi vaksinasi Covid-19.
"Menurut saya tidak masalah kalau PPKM ini diakhiri dengan pertimbangan masalah ekonomi, kita tidak akan kuatlah berlama-lama dengan perbatasan ini, tapi menemukan kasus sebanyak mungkin itu wajib, testingnya harus dilipatgandakan," kata Dicky Budiman saat dihubungi Suara.com, Minggu (25/7/2021).
Dicky Budiman menegaskan pelonggaran yang dilakukan pun tidak boleh langsung terlalu longgar, misalnya pekerja non-esensial harus tetap diwajibkan bekerja dari rumah.
"WFH tetap 80 persen untuk yang bisa tetap WFH (non esensial), aktivitas bepergian ke luar kota tetap dibatasi, pemerintah harus memperkuat testing dan vaksinasi," tuturnya.
Masyarakat juga memiliki kewajiban untuk semakin taat protokol kesehatan saat beraktivitas jika dilonggarkan, serta segera ikuti vaksinasi.
"Kita harus realistis dengan kondisi masyarakat dan pemerintah yang terbatas, jadi pilih strategi yang memiliki daya untuk semua sektor kesehatan dan ekonomi, 3T plus vaksinasi, masyarakat juga harus kuat 5M-nya," tukasnya.
Dicky Budiman mengingatkan meski jumlah penambahan kasus positif stabil tidak naik dan tidak turun, PPKM Darurat selama 3 pekan ini berdampak baik namun belum signifikan.
"PPKM ini punya dampak, kasus positif menurun, mobilitas masyarakat menurun, tapi kalau disebut sudah optimal atau berdampak besar ya belum, karena tes positivity ratenya masih tinggi dan faskes masih penuh," pungkas Dicky Budiman.
Baca Juga: Ini Data COVID-19 Selama PPKM Level 4, Akan Dilonggarkan Atau Diperpanjang Lagi?
Diketahui, masa berlaku perpanjangan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang kekinian disebut PPKM Level 4 akan berakhir pada Minggu (25/7/2021) hari ini.
Namun, hingga pagi ini pemerintah pusat belum memutuskan PPKM Level 4 akan diperpanjang atau tidak.
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjanjikan akan melonggarkan PPKM untuk kegiatan ekonomi jika sampai 25 Juli 2021 kasus pandemi Covid-19 terus menurun.
Berita Terkait
-
WFH ASN dan Swasta Sukses Kurangi Konsumsi BBM, Penggunaan Pertalite Turun 9%
-
Pemerintah Resmi Perpanjang Kebijakan WFH 2 Bulan Imbas Perang AS vs Iran
-
Curhat ASN soal WFH Setiap Jumat: Bisa Hemat Rp 400 Ribu Sebulan tapi Banyak Distraksi
-
Polemik Pekerja WFH: Kerja Serius yang Masih Sering Diremehkan
-
Evaluasi WFH ASN di Jakarta, Pramono Anung: Kemacetan Turun Drastis
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu
-
KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa
-
Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya
-
Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah