Suara.com - Jumlah kasus pasien positif terjangkit Covid-19 di Jakarta terus bertambah. Pada Senin (26/7/2021) ini, ada 2.662 orang lagi dilaporkan terjangkit virus yang pertama kali ditemukan di China itu.
Total akumulasi seluruh pasien positif Covid-19 berjumlah 794.935 orang. Jumlah pasien ini tersebar dari seluruh wilayah ibu kota.
Angka penambahan harian yang dilaporkan hari ini merupakan yang paling sedikit dalam satu bulan terakhir. Kasus Covid-19 beberapa kali memecahkan rekor hingga terus berada di atas 10 ribu kasus.
Rekor laporan penambahan Covid-19 dalam satu hari adalah 14.619 kasus pada Senin (12/7/2021) lalu.
Data ini diketahui dari situs penyedia informasi seputar corona di DKI, corona.jakarta.go.id. Laman ini menginformasikan soal kasus corona di Jakarta mulai dari jumlah positif, menunggu hasil, hingga Kelurahan tempat pasien tinggal.
Berdasarkan laman tersebut, 731.504 orang dinyatakan sudah sembuh sejak awal pandemi. Jumlahnya bertambah sebanyak 14.666 orang sejak Minggu (25/7/2021).
Sementara, 11.436 orang lainnya secara akumulasi dinyatakan meninggal dunia sejak awal pandemi. Artinya ada penambahan 103 orang sejak kemarin.
Sedangkan sampai saat ini masih ada 13.724 orang yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit. Lalu 38.721 orang tengah diisolasi di fasilitas kesehatan atau mandiri.
Artinya sampai saat ini masih ada 51.995 kasus aktif Covid-19 di ibu kota yang sedang berjuang untuk sembuh.
Baca Juga: Raffi Ahmad Kena Covid-19, Ivan Gunawan : Wajar Sih...
Meski penambahan harian kasus Covid-19 turun drastis, jumlah orang yang dites juga ikut turun untuk hari ini. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, dilakukan tes PCR sebanyak 22.693 spesimen.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 16.792 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 2.662 positif dan 14.130 negatif.
"Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 5.058 orang dites, dengan hasil 322 positif dan 4.736 negatif," ujar Dwi dalam keterangan tertulis, Senin (26/7/2021).
Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 23,9 persen. Sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 15,4 perse .
"WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?