Suara.com - Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri menyebutkan, 10 orang pegawai KPK dinyatakan meninggal dunia sejak awal Maret 2020 hingga akhir Juli 2021 akibat terpapar Covid-19.
"KPK mengalami duka yang mendalam, karena selama kurun waktu 2020-2021, sebanyak 10 orang pegawai KPK meninggal dunia dan terakhir adalah penyidik KPK, almarhum Kompol Ardian Rahayudi," ujar Ali di gedung KPK, Senin (2/8/2021).
Dari catatan KPK, sejak awal 2020 hingga akhir Juli 2021 ada sebanyak 436 insan KPK terpapar virus corona.
Sementara, tim Penindakan KPK adalah yang paling banyak terpapar, yakni mencapai 141 orang.
Untuk perkembangan saat ini, di tahun 2021 ada 169 orang pegawai KPK terpapar corona.
"Dari jumlah tersebut untuk kedeputian penindakan berjumlah 41 orang," ucap Ali.
Tingginya penyebaran virus corona, kata Ali, mengharuskan ada perubahan sistem kerja untuk menyesuaikan kondisi.
"KPK tetap mengutamakan keselamatan jiwa insan KPK, karena keselamatan jiwa merupakan hukum tertinggi, “Salus populi suprema lex esto” ujar Ali.
Ia menegaskan meski di tengah pandemi dan keterbatasan personil, KPK memastikan pemberantasan korupsi tetap berjalan.
Baca Juga: Betulkah BMKG, BNPB, BNN dan KPK Bentukan Megawati?
"Kami memastikan pemberantasan korupsi tetap berjalan," katanya.
Maka itu, Ali pun berharap Indonesia secepatnya bebas dari virus covid-19.
"Mari kita terus berdoa dan berupaya, semoga teman-teman yang sedang sakit segera sehat, pandemi segera berlalu, dan negeri ini kembali pulih," imbuhnya.
Tag
Berita Terkait
-
Betulkah BMKG, BNPB, BNN dan KPK Bentukan Megawati?
-
KPK Catat 436 Pegawai Terpapar Covid-19 Selama Pandemi
-
Bank DKI Raih Predikat 10 Besar dalam Implementasi Program Pengendalian Gratifikasi
-
Megawati Klaim Bentuk KPK, BNN, BMKG, BNPB, Begini Faktanya
-
Meski Penyebaran Covid-19 Tinggi, Mekanisme Kerja KPK Berubah
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
Harga Minyak Anjlok! Pernyataan Trump Soal Minyak Venezuela Picu Kekhawatiran Surplus Global
-
5 HP Infinix RAM 8 GB Paling Murah, Pilihan Terbaik Mulai 1 Jutaan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
Terkini
-
Polisi Bongkar Praktik 'Love Scamming' di Sleman, Korban di Luar Negeri Dijebak Pakai Konten Porno
-
Gunung Sampah Kembali Muncul di Tangsel, Ini 6 Fakta Terbarunya
-
Indonesia Pimpin Dewan HAM Dunia, DPR: Ini Tanggung Jawab Moral, Beri Contoh Dulu di Dalam Negeri
-
Kubu Laras Sebut Jaksa Berkhotbah Moral, Gagal Paham Feminist Legal Theory dan Unsur Mens Rea
-
Pledoi Laras Faizati Dianggap Angin Lalu, Jaksa Tetap Tuntut Laras Faizati 1 Tahun Penjara
-
Jadi Tersangka Kasus Ijazah Palsu, Wagub Babel Penuhi Panggilan Mabes Polri: Tidak Ada Niat Jahat
-
Terbongkar Love Scamming Lintas Negara di Jogja, Polisi Tetapkan 6 Tersangka
-
KPK Pecah Suara? Wakil Ketua Akui Ada Keraguan Tetapkan Tersangka Korupsi Kasus Haji
-
Paradoks Kebahagiaan Rakyat: Ketika Tawa Menutupi Pemiskinan yang Diciptakan Negara
-
Kemendagri Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat BPBD di Seluruh Daerah