Suara.com - Pandemi Covid-19 yang berjalan dua tahun terakhir membuat sebagian besar masyarakat Indonesia terdampak ekonomi. Tak sedikit masyarakat yang kesulitan untuk mencari nafkah lantaran situasi yang mengharuskan kita untuk tetap di rumah.
Ditambah, pemerintah memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM. Hal ini membuat masyarakat mengeluh karena kehilangan penghasilan.
Dari latar belakang tersebut, pemilik mobil truk menyindir pemerintah dengan memberikan tulisan di belakang truknya. Tulisan itupun viral di media sosial.
Diunggah oleh akun Instagram @Romansasopirtruck, terekam sebuah truk berwarna putih melintas di jalanan. Truk tersebut membawa muatan penuh yang ditutupi oleh terpal berwarna hitam.
Di belakang truk tersebut terdapat tulisan yang berisi sindiran untuk pemerintah dalam menghadapi pandemi. Berikut isi tulisan dari truk tersebut.
"Negara peduli kita tidak boleh mati karena virus, tapi negara lupa kalau kita bisa mati karena kelaparan."
Melihat tulisan di belakang truk itu, warganet memuji sang pemilik truk. Mereka memberikan beragam komentar.
"Semoga lancar selalu kerjaan dan rejekinya, mas driver..aamiin," doa warganet.
"Cerdas pemikiran anda... saya sangat setuju," tambah yang lain.
Baca Juga: Wagub DKI Sebut Kematian Pasien Covid-19 di Jakarta Umumnya Terjadi di Rumah Sakit
"Sehat terus mas bro," tulis warganet.
"Menampar sekaleeee..," ucap warganet.
"Udah hampir sebulan nggak ada kiriman nih mas gimana," tutur warganet.
Berita Terkait
-
Wagub DKI Sebut Kematian Pasien Covid-19 di Jakarta Umumnya Terjadi di Rumah Sakit
-
Dituduh Jadi Pemicu Virus Delta, Perempuan Lansia Diciduk Polisi
-
BLT Covid-19 di Karanganyar Disunat Rp 50 Ribu, Warganet Geram, Ini Respon Bupati
-
Geger! Sentil Pemerintah, Tulisan di Belakang Truk Ini Bikin Warganet Tercengang
-
Ini Hal yang Harus Dilakukan Busui Positif Covid-19 Terkait Konsumsi Obat
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah
-
Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang
-
Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru
-
Kejagung Seret Marcella Santoso ke Kasasi, Incar Pencabutan Izin Praktik Advokat
-
Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
-
MAKI Desak Jaksa Tak Gentar Usut Dugaan Tambang Ilegal Kaltara yang Seret Nama Karuna Murdaya
-
Gegana Tak Sanggup? Ahli Nuklir UGM Turun Tangan Selidiki Api Misterius di Sleman
-
Misteri Belasan Luka Tusuk Balita di Bekasi Terungkap, Paman Sendiri Jadi Tersangka
-
Bawa Bukti ke Kejagung, PT PMM Bantah Tuduhan Penyelundupan: Itu Fitnah, Kasum TNI Salah Info
-
Sahroni Geram WNA Brunei Bikin Onar di Blok M: Segerakan Deportasi dan Blacklist