Suara.com - Sebuah video yang memperlihatkan kejadian seorang petugas berpakaian APD terperosok ke liang lahat saat memakamkan jenazah viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @andreli48, Minggu (8/8/2021) tampak beberapa petugas berpakaian APD sedang mengebumikan jenazah yang dimasukkan dalam sebuah peti.
Para petugas tersebut tampak memegang tali tambang yang digunakan untuk menurunkan peti jenazah secara perlahan ke dalam liang lahat.
Ketika pipa besi penyangga peti diambil, para petugas pun mulai menurunkan peti jenazah ke liang lahat. Sesaat kemudian, salah seorang petugas tampak hilang kendali dan terperosok ke dalam kuburan.
Hal itu terjadi diduga kerena tekstur tanah di tepi liang lahat yang terlalu labil untuk dipijaki. Petugas tersebut lantas terjun membentur bagian atas peti.
Dalam video tersebut terdengar suara seorang wanita yang kaget melihat kejadian itu. Wanita tersebut mengucapkan kalimat yang menyayangkan kejadian itu.
"Aaah, gimana sih?" ujar wanita tersebut.
Beberapa pria tampak datang mendekat ke arah liang lahat. Mereka bergegas memberi pertolongan pada petugas yang terperosok itu.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui kapan dan di mana kejadian tersebut terjadi. Para warganet yang melihat video tersebut lantas menuliskan beragam komentar. Sebagian besar dari mereka menyoroti ucapan wanita dalam video tersebut.
Baca Juga: Viral Tren Pamer Saldo ATM di TikTok, Warganet: Baru Inget Harta Itu Cuma Titipan
Ada yang merasa kesal, namun ada juga yang menganggap perkataan itu wajar keluar dari mulut salah seorang kerabat almarhum.
"Pakai tanya gimana segala.. itu kan nggak ada unsur kesengajaan. Murni kecelakaan. Siapa juga yang kuat nahan beban beratnya peti ditanah longsor. Harusnya istighfar," komentar salah seorang warganet.
"Kok kesel ya denger suaranya. Namanya musibah, kalau petugasnya tau tanah yang dia injak bakal longsor gitu mungkin dia milih nggak berdiri di situ," komentar warganet lain.
"Istighfar.. Semua atas kehendak Allah," sahut warganet lain.
"Wajarlah, kalau itu lihat anggota keluargamu juga pasti refleks ngomong yang sama," tulis salah seorang warganet.
Berita Terkait
-
Viral Gadis Kecil Hadiri Nikahan Ayahnya, Tamu Mewek Lihat Momen di Pelaminan
-
Lahan Baru Pemakaman Khusus Jenazah Covid-19 di Cimahi
-
Penumpang Kendaraan Umum Kaget Petugas Loket Ogah Terima Recehan, Curhatnya Viral
-
Viral Tren Pamer Saldo ATM di TikTok, Warganet: Baru Inget Harta Itu Cuma Titipan
-
CEK FAKTA: Dokumen Bank Dunia Tetapkan Covid-19 Sampai Tahun 2025, Benarkah?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat