Suara.com - Anggota DPR RI Fadli Zon mengkritik pemerintah yang kembali menggelar karpet merah menyambut Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China.
Melalui akun Twitter miliknya @fadlizon, Fadli mengomentari salah satu pemberitaan yang mewartakan ada 34 TKA China masuk Indonesia pada Sabtu (7/8/2021).
"Setelah cat pesawat merah, kini karpet merah lagi untuk TKA China," kata Fadli seperti dikutip Suara.com, Minggu (8/8/2021).
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu geram dengan sikap pemerintah yang kembali mempersilakan TKA China masuk di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat alias PPKM.
Menurutnya, pemerintah tidak bisa dipercaya karena kembali mengingkari janji.
"Pemerintah tidak bisa dipercaya," ungkap Fadli Zon.
Klarifikasi Ditjen Imigrasi
Direktorat Jenderal Imigrasi menyebut 34 TKA asal China yang tiba di Indonesia telah mengantongi Izin Tinggal Terbatas atau ITAS.
Mereka juga telah dinyatakan lolos pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan atau KKP.
Baca Juga: Sentil Muhadjir Salahkan Petani, Fadli Zon: Gimana Mau Sejahtera Kalau Tak Untung?
"Mereka telah lolos pemeriksaan oleh KKP Soetta lalu diberi rekomendasi untuk diizinkan masuk Indonesia," ujar Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Penanganan Covid-19 Imigrasi, Arya Pradhana Anggakara dalam keterangan pers.
Puluhan TKA tersebut tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang pada Sabtu dengan menggunakan pesawat Citilink QG8815.
Merujuk pada Peraturan Menkumham nomor 27 Tahun 2021, pemerintah telah memperluas lapangan akses masuk bagi warga negara asing (WNA) selama masa PPKM.
Ada lima klasifikasi WNA yang diizinkan masuk ke Indonesia, yakni WNA yang memiliki visa dinas dan diplomatik, pemegang izin tinggal dinas dan izin tinggal diplomatik.
Selain itu, pemegang izin tinggal terbatas dan izin tinggal tetap, serta orang asing dengan tujuan kesehatan dan kemanusiaan yang mendapat rekomendasi instansi penyelenggara penanganan Covid-19, dan awak alat angkut.
Selain itu, semua WNA yang masuk ke Indonesia juga harus sudah mendapatkan vaksin dosis penuh serta mengantongi hasil tes PCR negatif Covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada
-
Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman
-
Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri
-
Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan
-
Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas
-
Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!
-
Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah
-
Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara