Suara.com - Sekretariat Kabinet RI masih melakukan pemulihan situsnya yang sempat diretas beberapa waktu lalu. Meski sudah diretas, pihak Setkab RI meyakini tidak ada data-data yang bocor.
Deputi Dukungan Kerja Kabinet Setkab RI, Thanon Aria Dewangga mengatakan pihaknya telah bekerjasama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Intelijen Negara (BIN) serta pihak kepolisian untuk mengusut peretasan tersebut. Setelah dilakukan pengecekan, dapat dipastikan tidak ada data-data yang dicuri.
Lagipula menurutnya, tidak ada data yang bersifat rahasia di dalam situs setkab.go.id.
"Sejauh ini memang yang kami dapatkan dari pihak-pihak terkait, data-data yang ada di dalam website sejauh ini alhamdulillah masih sangat aman. Dan memang website itu sendiri berisi, website setkab ya, itu berbeda dengan kantor-kantor pemerintah yang lain," kata Thanon di Jakarta, Senin (9/8/2021).
Situs setkab.go.id hingga saat ini belum juga pulih. Thanon menyebutkan kalau pihaknya masih melangsungkan rapat dengan pihak terkait untuk pemulihan situs.
"Moga-moga dalam waktu dekat, satu dua hari website Setkab dapat tampil seperti sedia kala," ujarnya.
Sebelumnya, tampilan laman setkab.go.id berubah hitam dengan foto seorang demonstran membawa bendera merah putih. Dalam laman tersebut tertulis keterangan "Padang Blackhat ll Anon Illusion Team Pwned By Zyy Ft Luthfifake".
Hingga Senin (9/8/2021) sekitar pukul 09.00 WIB situs setkab.gi.id masih belum bisa diakses. Tertera keterangan jika situs tersebut sedang dalam perbaikan.
"Kami akan segera kembali! Mohon maaf untuk ketidaknyamanannya, saat ini kami sedang melakukan update sistem. - Sekretariat Kebinet RI" tulisnya.
Baca Juga: Bocah Peretas Situs Setkab: Sudah Ratusan Kali Serang Website di Luar Negeri
Diketahui peretasan terhadap situs Sekretariat Kebinet RI bukan kali ini saja terjadi. Pada 24 Desember 2015 situs mereka juga pernah diretas.
Pelaku Peretasan Masih Remaja
Dua pelaku terduga peretas website Sekretaris Kabinet ditangkap di wilayah Sumatera Barat. Keduanya pun dibawa ke Mabes Polri
Kedua pelaku berisial BS alias ZYY (18) dan MLA (17) yang merupakan pemuda asal Sumatra Barat (Sumbar).
Penangkapan kedua pelaku dibenarkan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono. Menurutnya, kedua pelaku ditangkap di lokasi berbeda di daerah Sumbar.
"BS ditangkap pada 5 Agustus 2021 di Tabing Bandar Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang. Sedangkan MLA alias Lutfifake di Perumahan Hansela Garden, kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya pada 6 Agustus 2021," katanya, Minggu (8/8).
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Cak Imin Titip Pesan ke Gus Kikin: Belajar dari Dinamika PBNU Lima Tahun Terakhir
-
Ramalan Shio Hari Ini 1 September 2026 Lengkap, Siapa yang Beruntung Karier dan Keuangan?
-
Target Lifting Minyak 2026 Meleset, Pemerintah Naikkan Target RAPBN 2027 Jadi 612.500 barel per hari
-
Arti Weton Tinari dalam Pernikahan, Benarkah Pertanda Rezeki Lancar?
-
KPK Ungkap Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Tak Hanya Terjadi di Unsoed
-
Rumah Layak Huni Dibangun di Bogor untuk Keluarga Berpenghasilan Rendah
-
Punya Rencana Keuangan Bikin Percaya Diri Melonjak Jadi 86 Persen
-
Aturan Devisa Ekspor Resmi Dilonggarkan, Pengusaha Tambang Dapat Angin Segar!
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI