Suara.com - Kebakaran terjadi di Jalan Muwardi RT 14/RW 2 di Grogol Pertamburan, Jakarta Barat pada Senin (9/8/2021) malam kemarin. Kebakaran terjadi diduga karena kebocoran gas LPG.
Ketua RT 14, Hendrik mengungkapkan kronologis kebakaran terjadi. Berdasarkan informasi yang diterimanya api berasal dari salah satu rumah. Menurutnya, kebakaran itu bermula saat seorang ibu rumah tangga berinisial W (38) sedang memasak. Namun tanpa disengaja bajunya tersangkut pada selang gas.
“Dia lagi masak mungkin dia mau keluar, bajunya sangkut ketarik semuanya. Akhirnya gas copot seperti itu kejadiannya,” kata Hendrik saat ditemui Suara.com di lokasi, Selasa (10/8/2021).
Karena hal itu gas diduga langsung mengalami kebocoran yang kemudian menyambar api sehingga memicu terjadinya kebakaran hingga merambat ke belasan rumah lainnya. Pada saat itu kata Hendrik sempat terdengar ledakan dua sampai tiga kali.
Api membesar sekitar pukul 19.20 WIB. Kata Hendrik pada saat itu warga sempat mengalami kesulitan untuk memadamkan api, sebab air di wilayahnya mati. Sebagai alternatif, mereka akhirnya menggunakan air dari aliran sungai, sambil menunggu pemadam kebakaran datang.
Si jago merah akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.45 WIB. Sebanyak 27 unit damkar dikerahkan dengan 135 personel.
Kata Hendrik akibat kebakaran itu sebanyak sekitar 15 rumah hangus terbakar dan 6 rumah lainnya turut terdampak.
Sementara, W mengalimi luka bakar yang cukup serius sekitar 50 persen. Kekinian dia menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit. Peristiwa kebakaran itu tidak sampai merenggut korban jiwa, namun sebanyak 48 warga harus mengungsi karena rumah tinggalnya terbakar.
Kekinian mereka harus mengungsi di salah satu musala terdekat, sementara yang lainnya menumpang di rumah kerabatnya.
Baca Juga: Kebakaran di Belakang PLN Jakal, Bangunan di Jalan Trapesium Dilalap si Jago Merah
Berita Terkait
-
Kebakaran di Belakang PLN Jakal, Bangunan di Jalan Trapesium Dilalap si Jago Merah
-
Warga Grogol Petamburan Punguti Barang yang Masih Layak Pakai dari Sisa Kebakaran
-
Kebakaran Pemukiman Warga di Grogol Petamburan, 27 Unit Damkar Diterjunkan
-
Dua Kebakaran di Sumenep: Data Pasien, Perhiasan, dan Uang Tunai Rp100 Juta Hangus
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terkini
-
Suami Dwi Sasetyaningtyas Kena Sanksi LPDP, Mahfud MD Bongkar Alasan Ngeri WNI Benci RI
-
Kemenkes Reformasi Skema PPDS, Utamakan Putra Daerah untuk Atasi Krisis Dokter Spesialis
-
Kasus Korupsi Eks Dirjen Kominfo Semuel Abrijani: Apa Alasan Jaksa Menunda Pembacaan Tuntutan?
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Mahfud MD Geram Pernyataan Dwi Sasetyaningtyas Soal Anak WNA, Setuju Sanksi Cabut Beasiswa
-
Jaksa Tetap Tuntut Marcella Santoso 17 Tahun Penjara Terkait Kasus Suap Minyak Goreng
-
Menkes Akui Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia Super Mahal, Sebut di Luar Negeri Justru Digaji
-
Kerusuhan Meksiko Disorot, Pemerintah Diminta Lindungi WNI dan Waspadai Ancaman Narkoba ke Indonesia
-
BEM se-DIY Gelar Aksi Damai di Malioboro, 400 Personel Polisi Siaga Humanis
-
DPR Sebut Tragedi di Kawasan IMIP Alarm Nasional, Desak Evaluasi Total Tata Kelola Lingkungan