Suara.com - Seorang pramugari maskapai penerbangan dari Uni Emirates Arab melakukan aksi menegangkan dari puncak gedung tertinggi di dunia, Burj Khalifa.
Bukan tanpa alasan, pramugari tersebut sedang melakukan pengambilan gambar untuk iklan maskapai Emirates Airlines.
Video aksi pramugari tersebut langsung viral di media sosial. Bahkan ada beberapa warganet yang menganggapnya hasil rekayasa.
Namun, menyadur Khaleej Times Selasa (10/8/2021), pihak Emirates mengkonfirmasi jika iklan tersebut nyata dan dibuat dari gedung setinggi 828 meter tersebut.
Nicole Smith-Ludvik, seorang instruktur terjun payung profesional, berperan melatih awak kabin Emirates untuk berdiri di atas Burj Khalifa.
Emirates Airlines mengklaim jika iklan tersebut merupakan hasil dari perencanaan, pelatihan, pengujian, dan protokol keamanan yang ketat.
Di puncak gedung, pramugari itu hanya memiliki ruang tidak lebih dari 1,2 meter, namun ia harus berdiri di atas ketinggian 828 meter saat melakukan aksinya.
"Pemanggilan casting dilakukan kepada tim awak kabin Emirates sendiri dan ada beberapa kandidat yang bersedia dan mampu. Instruktur skydiving profesional ditugaskan untuk memastikan tingkat keselamatan tertinggi," jelas maskapai itu.
Sepanjang pembuatan film dan dalam persiapan syuting, keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
Baca Juga: Heboh Mantan Pramugari Pamer SIM, Pengucapan Namanya Bikin Lidah Keseleo
"Sebuah tiang khusus dibangun di bagian atas gedung untuk berdiri. Pemeran akan diikat ke tiang serta dua titik lain di puncak gedung yang tersembunyi." sambungnya. Sistem tali tersebut membuat sang pramugari terlihat berdiri tegak.
Tim memulai pendakian ke puncak gedung sebelum matahari terbit. Pendakian memakan waktu 1 jam 15 menit dari lantai 160 Burj Khalifa.
Khaleej Times mengklaim jika iklan tersebut adalah salah satu iklan tertinggi yang pernah dibuat di Uni Emirates Arab.
Presiden Emirates Airlines Sir Tim Clark mengungkapkan jika iklan tersebut merupakan perwujudan dari layanan yang diberikan kepada penumpang.
"Ketenangan dan kepercayaan awak kabin yang Anda lihat di iklan adalah perwujudan dari tim garis depan kami, melayani dan memastikan keselamatan pelanggan,"
"Kami bangga berada di antara segelintir orang istimewa yang diizinkan membuat film di puncak Burj Khalifa oleh Emirr," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Luput dari Pengawasan, Praktik Tak Manusiawi di Panti Disabilitas Mental Dilaporkan ke Mensos
-
Siap Berdebat dengan Menteri Pigai Soal HAM, Zainal Arifin Mochtar: Bukan Teoretis tapi Tagih Janji
-
Demo Mahasiswa di Mabes Polri saat Ramadan, Polisi Berpeci dan Bersorban Siap Bagi Takjil
-
Geger Mobil Dinas Rp8,5 M, Golkar "Semprot" Gubernur Kaltim: Ukur Kondisi Rakyat
-
Kecewa Tak Ditemui Kapolri, BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Ancam Gelar Aksi Lebih Besar
-
Diskon Besar hingga Transportasi Gratis! Ini Fasilitas Mudik ke Jakarta yang Ditawarkan Pemprov DKI
-
Amnesty International Anggap Tuntutan Jaksa Terhadap Delpedro Cs Sebagai Operasi Pembungkaman Kritik
-
Anies Baswedan Soroti Keberhasilan Gerakan Rakyat di Ultah Pertama: Bukan Sekadar Papan Nama!
-
Heboh Keluhan Warga Diwajibkan Bayar Infaq Lewat BAZNAS DKI, Pramono: Tak Boleh Ada Pemaksaan!
-
Angka Perkawinan Anak Turun ke 5,9 Persen, Pemerintah Soroti 380 Ribu Nikah Tak Tercatat