Suara.com - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) sedang membahas rancangan pernyataan untuk mengecam serangan Taliban di kota-kota besar dan kecil, yang menyebabkan tingginya jumlah korban sipil.
Rancangan itu juga berisi ancaman sanksi atas berbagai pelanggaran dan tindakan yang membahayakan perdamaian dan stabilitas Afghanistan.
Pernyataan resmi, yang rancangannya dibuat oleh Estonia dan Norwegia dan dilihat oleh Reuters, harus disetujui secara konsensus oleh 15 anggota DK.
Dokumen tersebut juga "menegaskan bahwa Emirat Islam Afghanistan tidak diakui di PBB dan menyatakan bahwa rancangan itu tidak akan mendukung pembentukan pemerintah mana pun di Afghanistan yang dipaksakan oleh kekuatan militer atau pemulihan Emirat Islam Afghanistan. "
Utusan khusus PBB untuk Afghanistan Deborah Lyons yang pekan lalu mempertanyakan komitmen Taliban untuk penyelesaian politik. Lyons mengatakan kepada DK bahwa perang telah memasuki "fase yang lebih mematikan dan lebih merusak."
"Dewan Keamanan mengutuk sekeras-kerasnya serangan bersenjata oleh pasukan Taliban di kota-kota di Afghanistan, yang mengakibatkan jatuhnya korban sipil dalam jumlah tinggi," demikian isi rancangan pernyataan itu.
Rancangan teks juga menggarisbawahi kesiapan dewan untuk memberlakukan tindakan tambahan pada mereka yang bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia atau pelanggaran hukum humaniter internasional, termasuk mereka yang terlibat dalam serangan yang menargetkan warga sipil, dan individu atau entitas yang terlibat dalam, atau memberikan dukungan untuk, tindakan yang mengancam perdamaian, stabilitas, atau keamanan.”
PBB pada Kamis (12/8) menyatakan keprihatinan atas pergeseran pertempuran di Afghanistan ke daerah perkotaan dan memperingatkan bahwa jika serangan Taliban mencapai Ibu Kota Kabul, tindakan itu akan menimbulkan "dampak bencana bagi warga sipil."
Taliban telah meningkatkan pergerakan untuk mengalahkan pemerintah yang didukung Amerika Serikat, ketika pasukan asing menyelesaikan penarikan diri setelah 20 tahun. Kelompok bersenjata itu sekarang menguasai sekitar dua pertiga wilayah Afghanistan.
Baca Juga: Jerman: Bantuan ke Afganistan akan Dihentikan, Jika Taliban Berkuasa
Kelompok itu mengeklaim bahwa pihaknya menguasai dua kota terbesar Afghanistan pada Kamis, menurut laporan media, ketika AS dan Inggris mengatakan akan mengirim ribuan tentara untuk membantu mengevakuasi staf kedutaan mereka.
Jatuhnya kota-kota besar adalah tanda bahwa warga Afghanistan menyambut Taliban, kata juru bicara kelompok itu.
Taliban juga menyatakan bahwa mereka "tidak akan menutup pintu ke jalur politik," menurut laporan Al Jazeera TV. (Sumber: Antara/Reuters)
Berita Terkait
-
Jerman: Bantuan ke Afganistan akan Dihentikan, Jika Taliban Berkuasa
-
Taliban yang Kian Dekat Kuasai Afghanistan
-
Taliban Kuasai Afganistan, Suap dan Hukuman Brutal Kembali Lagi
-
Lari dari Kekejaman Taliban, Warga Afganistan Tidur di Jalanan Ibu Kota
-
Gedor Setiap Pintu, Taliban Kumpulkan Gadis Belia untuk Dijadikan Budak Seks
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Dua Pelaku Pembunuhan Pria di TPU Bekasi Ditangkap, Polisi Sebut Teman Lama Korban!
-
KPPPA Respons Pengakuan Aurelie Moeremans soal Child Grooming: Korban Harus Berani Speak Up!
-
Duka Banjir Cilincing, Pramono Anung Janji Beri Bantuan Usai 3 Warga Tewas Tersengat Listrik
-
Menkes Budi: Cowok Perokok Red Flag, Perempuan Bakal Tanggung Risiko Kanker
-
47 Hari Pascabanjir, Aceh Tamiang Masih Terjebak Krisis Kesehatan dan Air Bersih
-
Gugatan Dikabulkan, Komisi Informasi Pusat Wajibkan KPU Serahkan Salinan Ijazah Jokowi
-
BMKG Rilis Peringatan Dini, Hujan Lebat dan Angin Kencang Berpotensi Landa Jakarta Hari Ini
-
Fauzan Ohorella Soroti Kasus Ijazah Jokowi yang Mandek, Polda Metro Jaya Diminta Bertindak Tegas
-
Kerry Riza Ajak Masyarakat Lihat Perkaranya Berdasarkan Fakta Bukan Fitnah
-
Dugaan Korupsi Minyak Mentah: Saksi Bantah Ada Kontrak Sebut Tangki BBM OTM Jadi Milik Pertamina